Muktamar Al-Khairiyah XI Digelar di Cilegon, Ini Misi Besarnya

waktu baca 2 menit
Jumat, 16 Okt 2026 15:13 33 Nazwa

CILEGON | TD — Muktamar Al-Khairiyah XI yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Cilegon menjadi momentum penting bagi organisasi Islam tersebut untuk memperkuat persatuan, meneguhkan arah perjuangan, dan membangun umat yang beriman, berakhlak mulia, serta bermartabat di tengah tantangan zaman.

Wakil Ketua Umum Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Komunikasi, Informasi, dan Teknologi PB Al-Khairiyah, Dr. Rafiudin, menyebut muktamar kali ini memiliki makna strategis bagi masa depan organisasi dan penguatan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam keterangan pers, Jumat (16/10/2026), Rafiudin mengatakan, muktamar diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat perjuangan, memperkuat persaudaraan, serta meneguhkan komitmen warga Al-Khairiyah dalam mewujudkan cita-cita organisasi.

Menurutnya, membangun umat bermartabat bukan sekadar slogan, melainkan cita-cita yang perlu diwujudkan melalui penguatan keimanan, kemuliaan akhlak, pengamalan syariat Islam, dan kontribusi nyata bagi kemajuan peradaban.

“Muktamar ini harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan meneguhkan arah perjuangan Al-Khairiyah dalam menghadapi tantangan zaman,” demikian inti pesan yang disampaikan Rafiudin.

Ia menambahkan, persiapan panitia dalam menyambut para peserta atau muktamirin merupakan bagian dari kesungguhan organisasi dalam menyukseskan agenda besar tersebut. Namun, lebih dari kesiapan teknis, muktamar juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai perjuangan yang menjadi landasan gerak Al-Khairiyah.

Rafiudin menegaskan, semangat Muktamar Al-Khairiyah XI perlu diterjemahkan ke dalam langkah konkret, mulai dari meneguhkan iman, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam, membina akhlak mulia, hingga mengambil peran aktif dalam membangun peradaban dunia.

Karena itu, muktamar tidak semestinya berhenti pada forum musyawarah dan pengambilan keputusan organisasi. Hasilnya diharapkan menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pengabdian, memperkuat persaudaraan, serta memperluas manfaat organisasi bagi umat dan masyarakat.

Memperkuat Peran Pendidikan Islam

Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang memiliki akar kuat di Provinsi Banten, Al-Khairiyah dikenal melalui kiprahnya dalam pengembangan pendidikan Islam. Organisasi ini turut berperan dalam membangun sumber daya manusia dengan berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Al-Khairiyah memiliki lembaga pendidikan dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruan tinggi, termasuk Universitas Al-Khairiyah (UNIVAL) dan Institut Agama Islam Al-Khairiyah (INSTAL). Organisasi ini juga memiliki perwakilan wilayah di 11 provinsi di Indonesia.

Keberadaan jaringan pendidikan tersebut menjadi modal bagi Al-Khairiyah untuk memperluas kontribusi dalam mencetak generasi yang berpengetahuan, berakhlak mulia, mandiri, dan mampu menghadapi perkembangan zaman.

Melalui Muktamar XI, Al-Khairiyah diharapkan mampu memperkuat peran strategisnya, tidak hanya dalam bidang pendidikan dan dakwah, tetapi juga dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Muktamar ini diharapkan menjadi titik penguatan komitmen bersama untuk menjadikan keimanan, akhlak, pendidikan, dan pengabdian sebagai fondasi dalam membangun umat yang bermartabat serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan peradaban dunia. (Ril/Aat SS)

LAINNYA