Ilustrasi penggunaan daun stevia pada minuman herbal, sebagai alternatif pemanis alami tanpa kalori yang kini semakin populer. (Foto: Freepik)KESEHATAN | TD – Stevia semakin populer sebagai alternatif pemanis alami yang dianggap lebih sehat dibandingkan gula pasir. Banyak orang memilih stevia karena sifatnya yang tidak mengandung kalori dan tidak meningkatkan kadar gula darah, sehingga sering direkomendasikan bagi penderita diabetes maupun mereka yang sedang menjalani diet. Namun, popularitas ini juga memunculkan berbagai anggapan, mulai dari stevia yang diklaim aman sepenuhnya untuk dikonsumsi tanpa batas, hingga adanya keraguan terhadap efek samping jangka panjangnya. Agar tidak salah kaprah, penting untuk memahami mitos dan fakta seputar stevia berdasarkan penelitian dan pandangan para ahli.
1. Mitos: Stevia dapat dikonsumsi tanpa batas karena nol kalori
Fakta: Walaupun tidak mengandung kalori, stevia tetap memiliki batas aman konsumsi harian. Badan kesehatan dunia (WHO/FAO) menetapkan Acceptable Daily Intake (ADI) sekitar 4 mg per kilogram berat badan per hari. Artinya, meskipun relatif aman, tetap ada takaran yang sebaiknya diperhatikan agar tidak berlebihan.
2. Mitos: Stevia tidak memiliki efek samping sama sekali
Fakta: Secara umum stevia dianggap aman, namun pada sebagian orang dapat menimbulkan sensasi aftertaste pahit atau mirip licorice. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi dalam jumlah besar mungkin memengaruhi keseimbangan mikrobiota usus, meski data ini masih perlu diteliti lebih lanjut.
3. Mitos: Stevia cocok dikonsumsi oleh semua orang
Fakta: Stevia memang sangat bermanfaat bagi penderita diabetes karena tidak meningkatkan kadar glukosa darah. Namun, bagi anak-anak, ibu hamil, maupun ibu menyusui, tetap dianjurkan mengonsumsi stevia dalam jumlah wajar. Prinsip kehati-hatian tetap perlu diterapkan, terutama bila dikonsumsi dalam jangka panjang.
4. Mitos: Stevia merupakan produk modern hasil industri
Fakta: Stevia sebenarnya telah digunakan sejak ratusan tahun lalu oleh suku Guarani di Paraguay sebagai pemanis alami dalam teh dan ramuan herbal. Baru pada abad ke-20 stevia dikembangkan menjadi produk pemanis yang kini mendunia.
5. Mitos: Stevia sepenuhnya dapat menggantikan gula dalam semua jenis makanan dan minuman
Fakta: Walaupun bisa dijadikan alternatif, stevia memiliki karakteristik rasa yang berbeda dengan gula pasir. Dalam beberapa olahan makanan, rasa manis stevia dapat terasa berbeda dan tidak selalu cocok untuk semua jenis resep.
Stevia merupakan pemanis alami yang terbukti lebih sehat dibandingkan gula pasir, terutama bagi yang ingin mengurangi asupan kalori atau menjaga kadar gula darah. Namun, anggapan bahwa stevia aman sepenuhnya tanpa batas konsumsi adalah keliru. Sama seperti bahan pangan lainnya, stevia tetap perlu digunakan secara bijak sesuai takaran yang dianjurkan. Dengan memahami mitos dan fakta seputar stevia, masyarakat dapat lebih cerdas dalam memilih pemanis yang tepat demi menjaga kesehatan jangka panjang. (*)