Menggali Kearifan Nusantara: Gus Jazil Luncurkan Pusat Studi Tafsir untuk Generasi Muda

waktu baca 3 minutes
Kamis, 31 Okt 2024 14:04 0 Redaksi

KOTA TANGSEL | TD — Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, Jazilul Fawaid, secara resmi meluncurkan Pusat Studi Tafsir Nusantara. Acara peluncuran ini berlangsung di tengah acara Islamic Z Fest yang dihadiri oleh mahasiswa Tafsir dari seluruh Indonesia, di Auditorium Utama Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, pada Selasa, 29 Oktober 2024.

Dalam sambutannya, Gus Jazil mengungkapkan bahwa pendirian lembaga ini bertujuan untuk mengkaji serta memperkenalkan kitab-kitab tafsir yang ditulis oleh ulama nusantara, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satu kitab yang akan menjadi fokus kajian adalah Tafsir Marah Labid atau Tafsir Munir karya Syech Nawawi Al Bantani.

“Saya mendorong generasi muda, terutama anak-anak Gen Z, untuk aktif terlibat dalam kajian tafsir nusantara ini. Konsep ‘Iqro’ sebagai wahyu pertama dalam Al-Qur’an menjadi kunci untuk membangun semangat perubahan dalam peradaban,” ujarnya, Kamis, 31 Oktober 2024.

Pusat Studi Tafsir Nusantara ini diinisiasi oleh Gus Jazil bekerja sama dengan Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir-Hadis Indonesia (FKMTHI), yang dikoordinatori oleh Kholil Umami, mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Jakarta. Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap berbagai tantangan kehidupan saat ini.

Kholil Umami, sebagai Koordinator Nasional Nusantara Mengaji, menekankan bahwa banyak karya tafsir dari ulama nusantara yang belum banyak dipublikasikan, terutama di kalangan generasi muda.

Ia juga mengajak para generasi muda untuk menjadi pewaris dan pelopor pemikiran ulama nusantara dalam memasyarakatkan Al-Qur’an. “Mahasiswa, khususnya anak-anak muda yang tertarik dengan kajian tafsir nusantara, dipersilakan bergabung. Lembaga ini diperuntukkan bagi anak muda, diisi oleh anak muda, dan saya siap membimbing mereka untuk menjadi pewaris pemikiran ulama nusantara serta mencetak mufasir-mufasir muda yang dapat berkontribusi dalam pembangunan peradaban bangsa,” tambahnya.

Gus Jazil berharap, Pusat Studi Tafsir Nusantara ini bisa membangun semangat Islam yang kuat di Indonesia serta menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan zaman. Ia juga ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu tafsir yang inklusif dan adaptif.

“Intinya adalah membangun Indonesia dengan semangat keislaman dan Al-Qur’an yang kuat, mengingat mayoritas masyarakat Indonesia adalah umat Islam. Semoga Pusat Studi Tafsir Nusantara ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengeksplorasi pemikiran-pemikiran segar dalam menghidupkan kembali pemikiran ulama nusantara demi membangun Indonesia,” katanya.

Di sisi lain, Gus Jazil menyatakan keprihatinannya mengenai menurunnya minat generasi muda terhadap ilmu tafsir. Padahal, Al-Qur’an menekankan pentingnya membaca dan memahami ayat-ayat Allah sebagai kunci kesuksesan.

Salah satu tokoh ulama yang akan menjadi fokus kajian adalah Syech Nawawi Al-Bantani, seorang ulama nusantara yang sangat dihormati di Hijaz (Timur Tengah) pada zamannya.

Gus Jazil mengingatkan bahwa banyak mahasiswa Tafsir mungkin belum pernah mempelajari karya besar ini. “Jangan-jangan, mahasiswa jurusan tafsir belum pernah mempelajarinya,” pungkasnya. (*)

LAINNYA