Menikmati kopi setelah berbuka dapat menjadi pilihan aman, asalkan tidak diminum saat perut kosong dan tetap dalam batas wajar. (Foto: Freepik)KESEHATAN | TD – Bulan Ramadan bukan berarti para pecinta kopi harus benar-benar berpisah dengan minuman favoritnya. Hanya saja, pola dan waktu konsumsinya memang perlu disesuaikan. Saat berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam, sehingga kondisi lambung jadi lebih sensitif. Kalau salah waktu atau cara minumnya, kopi justru bisa bikin perut perih, mual, bahkan asam lambung naik. Nah, supaya tetap bisa menikmati kopi dengan nyaman selama Ramadan, yuk pahami dulu kapan waktu yang tepat dan bagaimana cara minum kopi yang aman saat puasa.
Perubahan jadwal makan selama Ramadan membuat waktu minum kopi juga harus diatur ulang. Idealnya, kopi tidak diminum saat perut benar-benar kosong atau langsung setelah berbuka.
Waktu terbaik minum kopi saat puasa adalah sekitar 1–2 jam setelah berbuka. Artinya, kamu sudah mengonsumsi makanan utama terlebih dahulu, sehingga lambung memiliki “lapisan” dan tidak langsung terpapar asam dari kopi. Minum kopi tepat setelah azan magrib, apalagi hanya dengan takjil manis, bisa memicu produksi asam lambung berlebih dan menyebabkan rasa tidak nyaman.
Selain setelah berbuka, opsi lain adalah setelah salat tarawih. Di waktu ini, tubuh sudah cukup beradaptasi dengan asupan makanan, sehingga risiko perut perih lebih kecil. Namun, tetap perhatikan jarak dengan waktu tidur. Jika diminum terlalu malam, kafein bisa mengganggu kualitas istirahat dan membuat tubuh kurang segar saat sahur.
Sebisa mungkin hindari minum kopi saat sahur, terutama jika kamu punya riwayat maag atau asam lambung. Kopi saat sahur berpotensi meningkatkan produksi asam lambung sepanjang hari ketika perut dalam kondisi kosong, sehingga bisa menimbulkan perih dan mual saat puasa berjalan.
Agar tetap aman dan nyaman, berikut lima tips yang bisa kamu terapkan selama Ramadan:
1. Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong
Ini aturan paling penting. Kopi bersifat asam dan dapat merangsang produksi asam lambung. Jika diminum saat perut kosong, risiko iritasi lambung jadi lebih tinggi. Pastikan kamu sudah makan berat terlebih dahulu sebelum menyeruput kopi. Makanan akan membantu “menetralisir” efek asam dan mengurangi risiko mual.
2. Pilih Jenis Kopi yang Lebih Ramah Lambung
Tidak semua kopi punya tingkat keasaman yang sama. Kamu bisa memilih kopi dengan tingkat acidity rendah (low acid coffee) atau metode seduh seperti cold brew yang cenderung lebih ringan di lambung. Hindari kopi yang terlalu pekat atau double shot espresso jika perutmu sensitif.
3. Batasi Takaran dan Hindari Berlebihan
Saat waktu minum jadi terbatas, kadang muncul keinginan untuk “balas dendam” dengan minum kopi lebih banyak. Padahal, konsumsi kafein berlebihan bisa memicu dehidrasi ringan dan gangguan lambung. Cukup satu cangkir per hari sudah cukup untuk menjaga mood dan fokus tanpa membebani tubuh.
4. Perhatikan Campuran Kopi
Terlalu banyak gula, krimer, atau susu kental manis bisa memperberat kerja lambung dan memicu rasa enek. Jika ingin lebih aman, pilih kopi hitam dengan takaran wajar atau tambahkan susu rendah lemak secukupnya. Kombinasi yang terlalu manis justru bisa membuat perut terasa begah setelah berbuka.
5. Imbangi dengan Cukup Air Putih
Kopi memiliki efek diuretik ringan yang bisa membuat tubuh lebih sering buang air kecil. Agar tidak kekurangan cairan saat puasa, pastikan kebutuhan air putih tetap terpenuhi dari berbuka hingga sahur. Pola 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dua gelas saat sahur) bisa membantu menjaga hidrasi tubuh.
Menikmati kopi saat Ramadan tetap bisa dilakukan, asalkan tahu waktu dan cara yang tepat. Kuncinya adalah tidak meminumnya saat perut kosong, memilih jenis kopi yang lebih ramah lambung, serta tidak berlebihan dalam takaran. Dengan pengaturan yang bijak, kamu tetap bisa merasakan hangatnya kopi favorit tanpa harus khawatir perut perih atau mual saat menjalani ibadah puasa. Jadi, tetap ngopi dengan cerdas ya, biar Ramadan tetap nyaman dan penuh energi! (Nazwa)