Para kader Posyandu Desa Karang Suraga menunjukkan hasil olahan Nugget Sikalur berbahan singkong, ikan, dan telur usai mengikuti sosialisasi dan praktik pengolahan pangan lokal bersama mahasiswa KKM Tematik Reguler Untirta Kelompok 77, Kamis (29/1/2026). (Foto: Ist)SERANG | TD — Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Reguler Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Kelompok 77 Tahun 2026 menginisiasi inovasi Nugget Sikalur berbahan singkong, ikan, dan telur sebagai upaya mendorong peningkatan gizi anak berbasis pangan lokal di Desa Karang Suraga, Kabupaten Serang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Kantor Desa Karang Suraga. Mahasiswa KKM Tematik Reguler Untirta Kelompok 77 mengajak para kader Posyandu Desa Karang Suraga untuk mengikuti kegiatan sosialisasi sekaligus praktik pembuatan Nugget Sikalur sebagai alternatif Pemberian Makan Tambahan (PMT).
Program ini merupakan bagian dari agenda kerja mahasiswa KKM yang difokuskan pada peningkatan kualitas gizi anak-anak desa serta optimalisasi pemanfaatan potensi pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar. Desa Karang Suraga diketahui memiliki sumber daya pangan lokal yang melimpah, khususnya singkong, serta akses mudah terhadap ikan dan telur yang bernilai gizi tinggi.
Inovasi Nugget Sikalur (Singkong, Ikan, dan Telur) dikembangkan sebagai solusi pangan bergizi yang terjangkau dan mudah diproduksi oleh masyarakat. Dengan pengolahan yang tepat, bahan pangan lokal tersebut diharapkan dapat menjadi menu sehat yang disukai anak-anak dan mendukung upaya pencegahan stunting.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para kader Posyandu Desa Karang Suraga. Para peserta tampak antusias dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyampaian materi mengenai gizi anak hingga praktik langsung pengolahan Nugget Sikalur, mulai dari proses pencampuran bahan, pengukusan, penggorengan, hingga penyajian.
“Melalui inovasi Nugget Sikalur ini, kami ingin menunjukkan bahwa bahan pangan lokal yang mudah didapat seperti singkong, ikan, dan telur dapat diolah menjadi makanan bergizi yang disukai anak-anak. Harapannya, ini bisa menjadi alternatif Pemberian Makan Tambahan yang berkelanjutan bagi Posyandu di Desa Karang Suraga,” ujar perwakilan mahasiswa KKM Tematik Reguler Untirta Kelompok 77 Farid Hibatullah.
Salah satu kader Posyandu Desa Karang Suraga juga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi kader Posyandu dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengolahan pangan lokal.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain menambah wawasan tentang gizi anak, kami juga mendapatkan keterampilan baru dalam mengolah pangan lokal menjadi makanan yang sehat dan menarik untuk anak-anak,” katanya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Untirta berharap inovasi Nugget Sikalur dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh kader Posyandu serta masyarakat Desa Karang Suraga sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan gizi anak berbasis potensi lokal desa. (*)