Kegiatan penyuluhan pencegahan diabetes dan cek kesehatan gratis telah sukses dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026. Mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pangan dan Keperawatan berkolaborasi memberikan edukasi pola makan seimbang serta pemeriksaan tekanan darah dan gula darah bagi warga. (Foto: Ist)SERANG | TD — Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang sedang melakukan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 68 di Desa Mangkunegara, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, menggelar penyuluhan pencegahan diabetes yang dirangkaikan dengan cek kesehatan gratis bagi warga.
Kegiatan yang berlangsung Jumat, 23 Januari 2026 tersebut menjadi upaya mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular.
Penyuluhan kesehatan ini dilengkapi dengan pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah. Sekitar 50 warga dari berbagai kalangan, khususnya orang dewasa dan lanjut usia, tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak awal hingga selesai.

Mahasiswa KKM 68 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa penyuluhan pencegahan diabetes dan cek kesehatan gratis di Desa Mangkunegara, Serang, pada Jumat (23/1/2026). (Foto: Ist)
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pangan dan Keperawatan yang tergabung dalam KKM 68. Mereka memberikan edukasi kesehatan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat.
Salah satu mahasiswa Teknologi Pangan, Aidah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, ilmu pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi makanan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan melalui pola konsumsi yang tepat.
“Kami ingin berbagi pengetahuan tentang bagaimana memilih dan mengolah makanan yang lebih sehat untuk mencegah diabetes. Melihat antusiasme warga menjadi motivasi tersendiri bagi kami,” ujarnya.
Materi penyuluhan meliputi pengenalan diabetes melitus, faktor risiko, bahaya konsumsi gula berlebih, serta pentingnya menerapkan pola makan seimbang dan gaya hidup aktif.
Perwakilan mahasiswa keperawatan, Syahla Athaya, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak dini. Selain mendapatkan edukasi, warga juga dapat mengetahui kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan sederhana.
Ketua KKM 68 Desa Mangkunegara, Erland Gunawan, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Ia berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam upaya pencegahan diabetes yang berdampak jangka panjang.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar warga berada dalam kondisi normal. Sementara warga yang terdeteksi memiliki tekanan darah atau kadar gula darah tinggi diberikan edukasi lanjutan dan dianjurkan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Hambali, Ketua RW setempat mengapresiasi kegiatan tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKM 68. Ia menilai kegiatan ini sangat membantu warga dalam memahami kondisi kesehatan serta pentingnya menjaga pola hidup sehat.
Melalui penyuluhan dan cek kesehatan gratis ini, mahasiswa KKM 68 berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat Desa Mangkunegara untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan kualitas hidup sejak dini. (Rls)