Maesyal Rasyid Dorong Penguatan Perlindungan Perempuan dan Anak Lewat Program RBI

waktu baca 4 menit
Senin, 12 Okt 2026 16:31 41 Nazwa

TANGERANG | TD — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendorong penguatan perlindungan perempuan dan anak melalui program Ruang Bersama Indonesia (RBI). Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak.

Komitmen itu disampaikan Maesyal saat menghadiri kegiatan monitoring, penilaian, dan verifikasi lapangan RBI Provinsi Banten di Desa Kebon Cau, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema GEMILANG atau Gerakan Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak Cemerlang tersebut menjadi salah satu momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap persoalan perempuan dan anak, sekaligus mendorong kolaborasi berbagai unsur di tingkat daerah hingga desa.

Dalam sambutannya, Maesyal menyambut baik pelaksanaan monitoring, penilaian, dan verifikasi lapangan RBI. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antarpihak dalam membangun lingkungan yang lebih aman dan ramah bagi perempuan dan anak.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan selamat datang kepada tim Ruang Bersama Indonesia Provinsi Banten di Desa Kebon Cau, Kecamatan Teluknaga. Kami menyambut baik kegiatan monitoring, penilaian, dan verifikasi lapangan ini sebagai upaya bersama untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap perlindungan perempuan dan anak,” ujar Maesyal.

Perlindungan Perempuan dan Anak Butuh Keterlibatan Bersama

Maesyal menegaskan, perlindungan perempuan dan anak tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan keterlibatan aktif berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, lembaga pendidikan, keluarga, hingga lingkungan sosial.

Keterlibatan tersebut penting agar upaya pencegahan dan penanganan persoalan yang menyangkut perempuan dan anak dapat berjalan secara berkelanjutan. Selain membangun kesadaran, lingkungan keluarga dan masyarakat juga perlu menjadi ruang yang memberikan rasa aman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang.

Ia menilai, kepedulian terhadap perlindungan perempuan dan anak perlu diwujudkan melalui langkah nyata, termasuk edukasi, pencegahan, pendampingan, serta penanganan yang tepat ketika terjadi kekerasan.

Karena itu, program RBI diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam mengenali persoalan di lingkungan sekitar sekaligus mendorong terbentuknya kepedulian bersama terhadap kelompok yang membutuhkan perlindungan.

Maesyal Soroti Pencegahan Perundungan dan Kekerasan

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Maesyal adalah perundungan atau bullying terhadap anak. Ia menekankan bahwa tindakan tersebut harus dicegah, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat, agar anak dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.

Menurutnya, pencegahan perundungan memerlukan kesadaran bersama, termasuk peran keluarga dan lingkungan pendidikan dalam membangun perilaku saling menghargai serta menolak segala bentuk kekerasan.

“Kita harus terus mengampanyekan gerakan antiperundungan atau bullying terhadap anak, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Jangan sampai anak-anak kita tumbuh dalam ketakutan akibat perundungan. Begitu pula dengan kekerasan terhadap perempuan, kita harus bersama-sama mencegah dan menekan angka kejadiannya,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan melalui edukasi dan pendampingan, disertai penanganan yang sesuai bagi korban. Dengan demikian, perlindungan tidak berhenti pada imbauan, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang lebih peduli dan responsif.

RBI Diharapkan Memberikan Manfaat Nyata bagi Keluarga

Sementara itu, Ketua Tim Penilaian dan Verifikasi Lapangan RBI Provinsi Banten, Hj. Irma Narulita, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Banten, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan melihat secara langsung komitmen dan keterlibatan pemerintah daerah serta masyarakat dalam mewujudkan perlindungan perempuan dan anak.

Melalui monitoring dan verifikasi lapangan, tim ingin melihat sejauh mana kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi perempuan, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman, serta ramah bagi perempuan dan anak.

Irma menegaskan bahwa penilaian RBI tidak semata-mata berorientasi pada kegiatan seremonial atau penentuan juara. Lebih dari itu, gerakan tersebut diharapkan tumbuh dari masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga.

Kegiatan di Desa Kebon Cau turut dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat. Bantuan tersebut meliputi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, bantuan bagi usaha ekonomi produktif, bantuan sosial tunai bagi penyandang disabilitas, lanjut usia, serta anak yatim piatu.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga menghadirkan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat Desa Kebon Cau.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, melalui RBI, penguatan kepedulian dan keterlibatan masyarakat terhadap perlindungan perempuan dan anak diharapkan dapat terus berkembang hingga tingkat keluarga dan lingkungan desa. (*)

LAINNYA