Laznas PPPA Daarul Qur’an Rayakan 19 Tahun, Jangkau 9,4 Juta Penerima Manfaat

waktu baca 3 menit
Kamis, 2 Apr 2026 19:27 249 Redaksi TD

KOTA TANGERANG | TD — Laznas PPPA Daarul Qur’an menggelar peringatan Milad ke-19 di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Kamis (2/4/2026). Mengusung tema “Manfaat Tanpa Batas”, momentum ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang lembaga dalam menghadirkan dampak luas bagi masyarakat.

Direktur Utama Laznas PPPA Daarul Qur’an, Dwi Kartika Ningsih, menyampaikan bahwa selama 19 tahun, lembaganya telah menjangkau lebih dari 9,4 juta jiwa penerima manfaat melalui lima pilar program utama, yakni pendidikan, dakwah, kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Menurutnya, program-program tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan tahfizh Al-Qur’an, tetapi juga mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan. Saat ini, jangkauan program telah meluas ke 15 negara di empat benua, serta mencakup 31 provinsi dan 32 kabupaten/kota di Indonesia.

“Manfaat yang dihadirkan melampaui batas geografi dan waktu. Inilah yang kami maknai sebagai Manfaat Tanpa Batas,” ujar Dwi.

Dalam bidang literasi Al-Qur’an, Laznas PPPA Daarul Qur’an mencatat telah mengentaskan buta aksara Al-Qur’an bagi 3,3 juta penerima manfaat. Program inklusif juga terus dikembangkan, termasuk melalui inisiatif Tuli Mengaji yang diluncurkan pada 2024.

Hingga kini, sebanyak 3.462 penerima manfaat telah mengakses pembelajaran Al-Qur’an berbasis bahasa isyarat. Sebanyak 509 orang di antaranya telah menjadi pengajar dengan standar Lembaga Pengembangan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama RI. Selain itu, 2.310 mushaf isyarat telah didistribusikan serta 2.152 paket bantuan pendidikan disalurkan bagi komunitas tunarungu.

Pada 2025, Laznas PPPA Daarul Qur’an juga meluncurkan program Akademik Guru Al-Qur’an yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengajar melalui pelatihan serta sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hingga September 2025, sebanyak 635 guru dinyatakan kompeten di 15 provinsi.

Dari sisi dampak sosial, keberadaan Kampung Qur’an dinilai mampu memperkuat struktur masyarakat, terutama di wilayah terdampak bencana. Hasil kajian Center of Islamic Business and Economic Studies IPB menunjukkan peningkatan indeks spiritual sebesar 5,32 persen dan tingkat kepuasan penerima manfaat mencapai 97,09 persen.

Sepanjang perjalanannya, Laznas PPPA Daarul Qur’an juga meraih berbagai penghargaan, di antaranya rekor MURI pada 2013, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 18 tahun berturut-turut, serta sertifikasi ISO 9001:2015 sejak 2021.

Pada periode 2024–2025, lembaga ini kembali meraih sejumlah penghargaan, termasuk Zakat Award dan predikat Mitra Terbaik 2025 dari Badan Pengelola Keuangan Haji RI.

Dalam kesempatan tersebut, Laznas PPPA Daarul Qur’an turut meluncurkan program Sekolah Imam Indonesia (SII) untuk mencetak kader pemimpin komunitas yang memiliki kompetensi keilmuan agama, manajerial, dan dakwah sosial.

Selain itu, lembaga juga merilis buku berjudul Jejak Cahaya di Jalan Panjang, 19 Tahun Tumbuh dan Berdampak, yang merangkum perjalanan serta capaian dakwah selama hampir dua dekade.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Waryono Abdul Ghafur, Asisten Daerah Kota Tangerang Deni Koswara, Sekretaris Umum MUI Kota Tangerang KH. Misbahul Munir, jajaran pimpinan Daarul Qur’an, mitra, serta para donatur dan penerima manfaat.

Sebagai bentuk apresiasi, Laznas PPPA Daarul Qur’an juga memberikan penghargaan kepada donatur, mitra, dan media yang telah mendukung berbagai program pemberdayaan selama 19 tahun terakhir. (*)

LAINNYA