Kepala Sekolah se-Tangsel Dibina, Isu Sampah dan Perlindungan Siswa Jadi Perhatian Serius

waktu baca 2 minutes
Jumat, 23 Jan 2026 21:33 0 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Pengelolaan sampah di lingkungan sekolah serta upaya perlindungan terhadap peserta didik menjadi perhatian serius dalam pembinaan kepala sekolah TK, SD, dan SMP Negeri se-Kota Tangerang Selatan yang digelar Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud).

Kegiatan pembinaan tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni. Ia menegaskan pentingnya peran kepala sekolah sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan ramah bagi siswa.

Menurut Deden, kepala sekolah harus memiliki kepekaan tinggi terhadap kondisi peserta didik, terutama dalam mencermati perubahan perilaku siswa yang dapat menjadi indikasi adanya permasalahan.

“Perubahan sikap anak, dari yang semula ceria menjadi murung, harus segera dicermati dan ditelusuri penyebabnya agar tidak berdampak buruk bagi siswa,” ujar Deden saat kegiatan berlangsung di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Jumat (23/1/2026).

Selain menyoroti perlindungan siswa, Dindikbud Tangsel juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang baik di lingkungan sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.

Deden juga mendorong sekolah untuk lebih aktif melibatkan orang tua melalui kegiatan parenting secara rutin guna menyelaraskan pola pendidikan di sekolah dan di rumah.

Ia menjelaskan, waktu siswa berada di sekolah rata-rata hanya sekitar tujuh hingga delapan jam per hari, sementara selebihnya berada di lingkungan keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat antara sekolah dan orang tua.

Lebih lanjut, Deden menambahkan bahwa Dindikbud Tangsel telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Tangsel serta pihak terkait lainnya untuk memastikan perlindungan terhadap peserta didik.

“Ke depan, kami berencana melakukan asesmen guru secara berkala, termasuk aspek kesehatan mental, serta terus mengedukasi siswa agar berani melapor apabila mengalami perundungan atau kekerasan di lingkungan sekolah,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA