Jumlah Warga Miskin di Kabupaten Tangerang Masih Tinggi

waktu baca 2 minutes
Rabu, 14 Mei 2025 23:02 0 Redaksi

TANGERANG | TD — Meskipun telah banyak upaya dilakukan, jumlah warga miskin di Kabupaten Tangerang masih tetap tinggi dan penurunannya tergolong sedikit. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tangerang Tahun 2024 mengungkapkan bahwa angka kemiskinan ekstrem serta tingkat pengangguran terbuka (TPT) hanya mengalami penurunan yang sangat minimal.

Berdasarkan data dalam LKPJ, jumlah penduduk yang hidup dalam kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tangerang pada tahun 2023 mencapai lebih dari 276 ribu jiwa. Pada tahun 2024, angka ini hanya turun sekitar 10 ribu jiwa atau kurang dari satu persen menjadi sekitar 266 ribu jiwa.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2023 tercatat sebesar 6,90 persen dan hanya menurun menjadi 6,06 persen pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan di kedua indikator kesejahteraan sosial tersebut masih terbatas dalam satu tahun penggunaan anggaran daerah.

Wakil Pimpinan DPRD Kabupaten Tangerang, Ahmad Baidowi, dalam Rapat Paripurna memberikan apresiasi atas berbagai langkah dan intervensi yang dilakukan pemerintah daerah, termasuk program-program pemerintah pusat seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan penyediaan pangan murah yang dinilai efektif membantu mengurangi kemiskinan.

“Meski begitu, dalam pengentasan kemiskinan, kami tetap mengapresiasi berbagai upaya dan intervensi Pemkab Tangerang, termasuk program dari pemerintah pusat seperti PKH dan pangan murah, yang berkontribusi mengurangi kantong-kantong kemiskinan,” ujar Baidowi pada Rabu (14/5/25).

Namun, Baidowi juga menekankan bahwa pencapaian ini harus menjadi bahan evaluasi dan perhatian serius bagi pemerintah daerah.

Dalam pembahasan LKPJ Bupati 2024, DPRD menilai pelaksanaan program sudah berjalan sesuai harapan, namun beberapa aspek seperti pengentasan kemiskinan perlu mendapatkan perbaikan terus-menerus.

Selain memberikan sorotan pada capaian sosial, DPRD Kabupaten Tangerang juga memberikan pujian atas pengelolaan keuangan daerah, terutama pendapatan asli daerah (PAD) yang mengalami peningkatan pesat.

Laporan menyebutkan bahwa pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp8,09 triliun dan terealisasi melebihi target hingga mencapai Rp8,5 triliun. Lonjakan tersebut dipicu oleh peningkatan PAD sebesar 107,54 persen, yang berasal dari penerimaan pajak, retribusi, serta pendapatan transfer sebesar 102,41 persen.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyatakan bahwa tahun 2025 pihaknya sudah mempersiapkan berbagai langkah baru untuk menekan jumlah penduduk miskin ekstrem dan tingkat kemiskinan terbuka lebih signifikan.

“Kita telah menetapkan agar tahun ini jumlah kemiskinan dan pengangguran dapat terus menurun,” tegasnya.

Dengan hasil tersebut, DPRD menegaskan pentingnya evaluasi dan kebijakan inovatif yang terintegrasi agar program pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja dapat berjalan lebih efektif ke depan. (*)

LAINNYA