3 Kali Beraksi di Pamulang, Maling Pembobol Rumah Kosong Diringkus Polisi

Setelah tiga kali beraksi di Pamulang, gerombolan maling spesialis rumah kosong berhasil ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Tangsel.
Konferensi pers Polres Tangsel kasus pencurian rumah kosong di Pamulang, Senin 30 Mei 2022. (Foto : Idris Ibrahim/TangerangDaily)
Bagikan:

KOTA TANGSEL | TD — Setelah tiga kali beraksi di Pamulang, gerombolan maling spesialis rumah kosong berhasil ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Tangsel.

Kapolres Tangsel Ajun Komisaris Besar Sarly Sollu mengatakan, pelaku beraksi sepanjang Mei 2022 di tiga lokasi, yaitu di Kelurahan Pamulang Timur, Kelurahan Pondok Benda, dan Kelurahan Kedaung.

Bacaan Lainnya

“Kami mengamankan satu orang pelaku pencurian rumah kosong berinisial AS, 32 tahun. Berdasarkan informasi dari yang bersangkutan, pelaku melakukan pencurian di tiga lokasi di wilayah hukum Polres Tangsel yaitu di Pamulang,” tutur Sarly dalam konferensi pers di Mapolres Tangsel, Senin, 30 Mei 2022.

Sally menjelaskan, AS ditangkap di kontrakannya di kawasan Cinangka Kecamatan Sawangan, Depok, Rabu 25 Mei 2022.

Dalam melancarkan aksinya, kata Sarly, pelaku mengincar rumah yang tengah kosong. Pelaku beraksi tidak sendirian, tetapi bersama dua rekannya yang saat ini masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Keduanya berinisial RZ (33) dan BS (35). Dalam beraksi, para pelaku menggunakan senjata api rakitan.

“AS mengincar rumah mana yang kosong, kemudian bersama dengan RZ melakukan pembobolan atau lewat pagar, dan peran BS mengawasi lingkungan. Setelah bisa dijebol oleh AS bersama RZ, barang curian dibawa bersama dengan BS dan hasil curiannya langsung dijual kepada AAN (DPO) di daerah Pasar Senen, Jakarta Pusat,” katanya.

Akibat pencurian itu, terang Sally, korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah gelang emas, satu buah kalung, dua buah cincin, dua buah jam tangan merek Fossil, dan satu pasang plat nomor Honda Beat.

“Kerugian dari korban di lokasi 1 Rp65 juta, di lokasi 2 Rp100 juta, dan di lokasi 3 Rp40 juta. Kemudian, atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara,” pungkasnya. (Idris Ibrahim/Rom)

Bagikan:

Pos terkait