KOTA TANGERANG | TD — Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) memaafkan 6 orang buruh yang menerobos ruang kerjnya saat aksi demonstrasi beberapa waktu yang lalu, Selasa 4 Januari 2022.
Perdamaian antara Gubernur WH dan 6 buruh yang dilaporkan ke Polda Banten berlangsung di kediaman WH di Pinang, Kota Tangerang, Selasa 3 Januari 2022. Melalui perdamaian tersebut, WH akan mencabut laporan ke Polda Banten.
“Saya ini muslim dan juga santri. sebelum kalian lahir sudah saya maafkan. Dengan ini laporan saya cabut,” ujar WH dalam keterangan tertulis melalui Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Banten, Selasa malam, 4 Januari 2022.
Dalam kesempatan tersebut, WH mengingatkan kepada semua pihak untuk selalu mematuhi aturan saat mengemukakan pendapat di muka umum.
“Berbeda berpendapat bukan masalah, asal disampaikan dengan baik,” tambahnya.
Menurut WH, silaturahmi menjadi salah satu nilai masyarakat Indonesia. Tidak ada pemimpin yang ingin menyakiti rakyatnya sendiri, untuk itulah dirinya mencabut laporannya tersebut. Dirinya mengatakan tidak mungkin menyakiti warga masyarakat Banten.
“Saya tidak sakit hati. Sejak menjadi Kepala Desa, saya tidak ada masalah dengan warga masyarakat,” ungkapnya.
Mantan Wali Kota Tangerang dua periode itu juga berharap peristiwa itu bisa menjadi pelajaran bagi semuanya.
Dalam kesempatan itu, Ketua KSPSI Kabupaten Tangerang Ahmad Supriyadi mengungkapkan bahwa apa yang terjadi sebagai sebuah perjalanan dan perjuangan para buruh.
“Pada hari ini sudah tuntas dengan adanya kesepakatan berdamai,” ungkapnya.
“Atas nama anak-anak saya, minta maaf yang setinggi-tingginya. Bahwa itu tidak ada maksud untuk merusak, ataupun melecehkan, Bapak Gubernur Wahidin Halim sebagai pemimpin kami,” jelas Ahmad Supriyadi.
Ditambahkan, KSPSI akan menjalin komunikasi dan menyampaikan yang terbaik untuk para buruh.
“Bapak Gubernur Wahidin menunjukkan diri sebagai bapak yang baik bagi rakyat Banten,” katanya.
Hal senada juga diungkap Sahuri (33 tahun), salah satu buruh yang dilaporkan ke Polda Banten. Ia mewakili 5 rekan buruh lainnya menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa yang membuatnya berurusan dengan pihak berwajib.
“Saya minta maaf atas kejadian kemarin. Itu saya lakukan spontanitas saja. Tidak ada tujuan menghujat Bapak Gubernur Wahidin,” ungkapnya.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah mencabut tuntutan ini,” tambah Sahuri
Sementara itu Kuasa Hukum Gubernur Banten Asep Abdullah Busro mengungkapkan bahwa malam ini telah terjadi kesepakatan antara Gubernur Banten Wahidin Halim dengan para buruh.
“Kami sebagai kuasa hukum akan berkoordinasi dengan teman-teman Direktur Kriminal Umum Polda Banten dan mengurus secara administratif,” ungkapnya
‘Secara faktual ini sudah selesai, secara administratif besok selesai. Permasalahan ini sudah tuntas secara menyeluruh,” pungkasnya.
Kuasa Hukum Para Buruh Akmani mengatakan keyakinannya sejak awal Gubernur Banten akan menerapkan keadilan restoratif sesuai amanah Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Dirjen Peradilan Hukum Kementerian Hukum dan HAM.
“Alhamdulillah restoratif justice bisa kita laksanakan. Kita harapkan bisa terbangun komunikasi yang baik,” ungkapnya.
Kesepakatan damai ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Gubernur WH (Den/Rom)