Gubernur Banten Andra Soni Dukung Jarnas Pemuda Hijau Tanam 1.500 Pohon Kelor di Sungai Cibanten

waktu baca 3 minutes
Sabtu, 24 Jan 2026 14:47 0 Nazwa

KOTA SERANG | TD – Gubernur Banten Andra Soni menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan pelestarian lingkungan sungai yang digagas Jaringan Nasional (Jarnas) Pemuda Hijau melalui aksi penghijauan di kawasan perkotaan.

Bentuk dukungan tersebut ditunjukkan dengan kehadiran langsung Andra Soni dalam kegiatan penanaman 100 pohon kelor di bantaran Kali Bedeng Kasemen, Lingkungan BBS Pengayoman, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Sabtu (24/1/2026).

Aksi ini menjadi bagian dari simbol gerakan penghijauan berkelanjutan dengan sasaran penanaman lebih dari 1.500 pohon kelor di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibanten.

Program penghijauan tersebut diinisiasi oleh Jarnas Pemuda Hijau bekerja sama dengan Komunitas Peduli Sungai Banten dan melibatkan anggota Pramuka melalui Kwartir Daerah (Kwarda) Banten.

Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa kegiatan menanam pohon merupakan langkah nyata dalam menjaga keseimbangan alam sekaligus investasi lingkungan bagi generasi mendatang.

“Gerakan menanam pohon ini sangat positif dan perlu dilanjutkan bersama. Terlebih melibatkan anak-anak muda yang memiliki tanggung jawab terhadap masa depan mereka, lingkungan, dan bumi yang mereka tempati,” ujar Andra Soni.

Menurutnya, penanaman vegetasi di bantaran sungai memiliki peran penting, tidak hanya untuk memperindah lingkungan, tetapi juga berfungsi mencegah erosi, menjaga kesuburan tanah, serta memperbaiki kualitas ekosistem sungai.

“Merawat sungai dan menanam pohon adalah hal penting agar alam tetap lestari. Ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Andra Soni juga menyampaikan rencana Pemerintah Provinsi Banten untuk memperkuat program reforestasi, terutama di wilayah bekas tambang yang masih memerlukan penanganan serius.

“Kami tengah merancang program penanaman kembali, khususnya di kawasan pascatambang. Area-area tersebut tidak boleh dibiarkan, tetapi harus dihijaukan kembali,” tegasnya.

Ia menambahkan, jenis tanaman yang ditanam sebaiknya memiliki nilai manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

“Tanaman yang dipilih harus memberikan manfaat. Kami terbuka terhadap masukan agar apa yang ditanam sesuai kebutuhan warga dan berdampak nyata,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Jarnas Pemuda Hijau, G. Borlak, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon merupakan upaya kolektif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup bagi generasi selanjutnya.

“Menanam pohon adalah ikhtiar merawat lingkungan agar ekosistem tetap terjaga. Jika kita tidak menyiapkan bekal bagi anak cucu, maka kita justru sedang menyiapkan kerusakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan di Sungai Cibanten merupakan bagian dari program berkelanjutan Jarnas Pemuda Hijau yang telah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Secara nasional, Jarnas telah menanam hampir 9.000 pohon.

“Penanaman 100 pohon hari ini bersifat simbolis, namun total yang kami siapkan di Sungai Cibanten mencapai 1.500 pohon untuk ditanam secara bertahap. Program serupa telah kami laksanakan di Jawa Tengah, Jawa Barat seperti Cirebon, Sukabumi, dan Bogor, serta hari ini di Banten,” jelasnya.

Ketua Jarnas Pemuda Hijau Provinsi Banten, Agus, menambahkan bahwa penanaman pohon akan dilakukan secara berkelanjutan dari wilayah hilir hingga hulu Sungai Cibanten, serta diperluas ke sejumlah lahan kritis lainnya.

“Target di Sungai Cibanten sebanyak 1.500 pohon, dimulai dari hilir kemudian ke hulu. Secara keseluruhan, target penanaman kami dalam satu tahun mencapai sekitar 2.500 pohon,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga berencana menjalin komunikasi dengan perusahaan tambang untuk mendorong reklamasi lahan bekas galian.

“Kami akan berkoordinasi dengan perusahaan tambang agar lahan bekas tambang dapat direklamasi dan ditanami kembali,” katanya.

Pohon kelor dipilih karena memiliki banyak manfaat, antara lain mampu menahan erosi di bantaran sungai, memperbaiki struktur tanah, serta memiliki nilai gizi dan ekonomi. Daun kelor dikenal kaya nutrisi dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun produk herbal. (*)

LAINNYA