Momen peresmian program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui Gerakan “Gerebek Posyandu 2026” di Kabupaten Tangerang. Terlihat Bapak Bupati memukul alat musik tradisional sebagai tanda dimulainya gerakan yang bertujuan meningkatkan kesehatan ibu hamil dan balita. (Foto: Ist)TANGERANG | TD – Pemerintah Kabupaten Tangerang semakin mengintensifkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan memperkuat layanan imunisasi balita, pemantauan pertumbuhan anak, serta perbaikan asupan gizi bagi ibu hamil. Komitmen tersebut ditandai melalui Launching Gerebek Posyandu 2026 yang berlangsung di Perumahan Villa Permata Balaraja, Kecamatan Balaraja, Selasa (7/1/2026).
Mengangkat tema “Pantau Berat dan Tinggi Badan Balita serta Gizi Ibu Hamil Secara Berkala dan Lengkapi Imunisasi untuk Mencegah Stunting”, kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemkab Tangerang dalam mendekatkan pelayanan kesehatan dasar langsung ke tengah masyarakat.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menjelaskan bahwa program Gerebek Posyandu merupakan penguatan dari aktivitas Posyandu yang sebenarnya telah berjalan rutin sejak awal Januari 2026, namun secara resmi dicanangkan secara terpusat di Kecamatan Balaraja.
“Alhamdulillah, hari ini kita memulai pencanangan Gerebek Posyandu se-Kabupaten Tangerang dari Villa Permata Balaraja. Walaupun kegiatan Posyandu sudah berlangsung, hari ini kita satukan sebagai gerakan bersama,” ujar Maesyal Rasyid.
Ia menuturkan, layanan Posyandu mencakup imunisasi balita, pemberian makanan tambahan (PMT), hingga pemeriksaan kesehatan ibu hamil yang dilakukan secara berkala setiap bulan. Keberadaan Posyandu juga berperan sebagai fasilitas layanan kesehatan gratis yang mudah dijangkau oleh masyarakat.
“Posyandu hadir di lingkungan warga, sehingga masyarakat tidak perlu jauh ke Puskesmas atau rumah sakit. Semua layanan dasar seperti imunisasi, PMT, dan pemeriksaan ibu hamil tersedia di sini,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu kini memiliki enam cakupan layanan, meliputi bidang kesehatan, pendidikan, perumahan rakyat, pekerjaan umum, ketertiban dan perlindungan masyarakat, serta sosial.
“Posyandu kini berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat dengan enam sektor layanan. Konsep ini akan terus kita sosialisasikan ke seluruh desa agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmidzi, menjelaskan bahwa program PMT untuk balita dan ibu hamil didukung oleh berbagai sumber pendanaan, mulai dari Dana Desa, APBD Kabupaten Tangerang, hingga APBN melalui Kementerian Kesehatan.
“PMT penyuluhan berasal dari Dana Desa dan bertujuan mendorong partisipasi masyarakat datang ke Posyandu. Sementara PMT pemulihan diberikan kepada balita dengan kondisi berat badan menurun, berisiko stunting, atau gizi buruk, dengan pendanaan dari APBD dan APBN,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2026 Pemkab Tangerang menargetkan pemberian PMT pemulihan kepada sekitar 12 ribu balita bermasalah gizi serta 5 ribu ibu hamil berisiko. Seluruh sasaran akan melalui proses skrining di Posyandu guna menentukan jenis intervensi yang tepat.
“Bentuk intervensi dapat berupa pemeriksaan kesehatan, pemberian tablet tambah darah, PMT, hingga rujukan ke rumah sakit apabila diperlukan penanganan lanjutan,” terangnya.
Menurut dr. Hendra, Gerebek Posyandu merupakan inovasi lintas sektor yang telah dijalankan sejak 2024 untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat, terutama di wilayah perkampungan yang sebelumnya sulit mengakses layanan kesehatan.
“Dengan dukungan camat dan kepala desa, pendataan balita dan ibu hamil berisiko kini semakin akurat. Alhamdulillah, jumlah balita berisiko stunting berhasil ditekan dari sekitar 17 ribu menjadi sekitar 9 ribu, terutama di wilayah Pantura dan beberapa kecamatan lainnya,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan Gerebek Posyandu 2026, Pemerintah Kabupaten Tangerang optimistis dapat terus menurunkan prevalensi stunting sekaligus menekan angka kematian ibu dan bayi, demi mewujudkan masyarakat Tangerang yang sehat dan berkualitas. (*)