JAKARTA | TD – Adian Napitupulu, anggota partai PDI Perjuangan mengatakan keengganannya menghadapi lawan politik yang selalu kalah dalam pemilihan presiden. Dengan ini dapat dikatakan ia telah menganggap elektabilitas Ganjar lebih unggul dari Prabowo.
“Prabowo belum pernah punya pengalaman menang. Sebenarnya nggak menyenangkan buat kita untuk bertanding dengan orang yang berkali-kali kalah,” ungkapnya dikutip dari sebuah laporan audio visual, 7 Mei 2023.
Adrian Napitupulu kini tengah bertugas sebagai Wakil Koordinator Relawan Ganjar Pranowo.
Meskipun begitu, perbandingan elektabilitas antara Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto sebagai calon presiden sebenarnya cukup bervariasi.
Beberapa lembaga survei yang sempat merekam jejak elektabilitas kedua calon presiden tersebut antara lain:
1. LSI
Survei yang diadakan LSI pada 31 Maret hingga 1 April 2023 mengungkapkan elektabilitas Prabowo dibanding Ganjar adalah 30,3% : 26,9%.
2. MIPOS
MIPOS mengadakan survei elektabilitas pada 23 Maret hingga 6 April 2023 dan memperoleh perbandingan Prabowo dan Ganjar yaitu 33,6% : 16,8%.
3. PWS
Survei 26-31 Januari oleh PWS menghasilkan angka elektabilitas 31,2% untuk Prabowo, dan 20,5% untuk Ganjar.
4. LSP
Dari survei yang dilaksanakan 1-16 Maret 2023, perolehan elektabilitas Prabowo melawan Ganjar adalah 33,4% dan 21,2%.
5. Indikator Politik
Lembaga survei Indikator Politik sempat merekam jejak elektabilitas Prabowo di angka 31,7%, sedangkan Ganjar di 34%, pada 1-17 April 2023.
6. Politracking
Survei oleh Politracking menghasilkan angka elektabilitas 28,8% untuk Prabowo. Sedangkan Ganjar kalah tipis 27,5%. Survei ini dilakukan 3-15 April 2023.
7. SMRC
Survei 25-26 April yang cukup singkat merekam keunggulan Ganjar atas Prabowo pada angka elektabilitas 20,8% banding 15,8%.
Demikianlah hasil survei selama ini dari beberapa lembaga menunjukkan trafik yang bervariasi dari elektabilitas Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Namun, meskipun saat ini hanya ada satu survei yang menemukan fakta bahwa elektabilitas yang lebih tinggi berada di kubu Ganjar, tak dipungkiri kemungkinan elektabilitas keduanya berbanding terbalik di masa mendatang. (*)