Kemenyan kering yang telah dipanen dan siap digunakan sebagai bahan baku wewangian alami. (Foto: Ist)KESEHATAN | TD – Selama berabad-abad, kemenyan telah dikenal luas sebagai elemen penting dalam ritual dan praktik spiritual di berbagai belahan dunia, termasuk di Nusantara. Aromanya yang khas sering diasosiasikan dengan dupa dan kegiatan mistik. Namun, di balik citra tradisional tersebut, kemenyan menyimpan potensi besar sebagai komoditas bernilai tinggi. Hal ini menjadi perhatian Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang dalam beberapa kesempatan menekankan pentingnya hilirisasi kemenyan sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Kemenyan, atau resin benzoin, berasal dari pohon Styrax. Getahnya telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan herbal dan keperluan terapeutik. Beberapa manfaat yang dikenal antara lain:
Dalam pembekalan peserta Lemhannas pada Juli 2025, Wakil Presiden Gibran menekankan pentingnya memaksimalkan nilai tambah komoditas lokal seperti kemenyan. Ia berpendapat bahwa Indonesia tidak seharusnya terus bergantung pada ekspor bahan mentah. Ia menyebutkan bahwa parfum-parfum mewah yang digunakan oleh masyarakat global, termasuk merek-merek ternama dunia, sebenarnya berasal dari bahan dasar kemenyan.
Pernyataan ini mencerminkan pandangan strategis bahwa kemenyan memiliki peluang besar untuk didorong melalui proses hilirisasi, sehingga manfaat ekonominya dapat dinikmati langsung oleh masyarakat Indonesia, khususnya di daerah penghasil.
Untuk mewujudkan hilirisasi kemenyan, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi:
Meskipun demikian, harapan tetap terbuka lebar. Dengan dukungan pemerintah, kolaborasi lintas sektor, dan kesadaran masyarakat terhadap nilai produk lokal, kemenyan dapat berkembang menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya dikenal karena aromanya, tetapi juga karena dampak ekonominya.
Kemenyan bukan lagi sekadar simbol warisan spiritual, melainkan potensi ekonomi nyata yang tengah dilirik untuk dikembangkan lebih jauh. Dukungan dari Wakil Presiden Gibran menandakan adanya keseriusan pemerintah dalam menjadikan komoditas lokal sebagai bagian dari strategi hilirisasi nasional. Ketika kearifan tradisional bertemu dengan inovasi dan keberpihakan kebijakan, bukan tidak mungkin kemenyan akan menjadi produk unggulan Indonesia di pasar global. (*)