Moch. Maesyal Rasyid, Bupati Tangerang, meninjau langsung lokasi banjir di Perumahan Nuansa Mekarsari 1, Rajeg. Berjalan di tengah genangan air, beliau memastikan kondisi warga dan mendengarkan keluhan mereka sebagai bagian dari upaya penanganan cepat. (Foto: Ist)TANGERANG | TD – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung meninjau lokasi banjir di Perumahan Nuansa Mekarsari 1, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, pada Sabtu (3/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi warga yang terdampak sekaligus memastikan langkah penanganan, baik dalam waktu dekat maupun jangka panjang.
Dalam peninjauan itu, Bupati didampingi Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, jajaran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Camat Rajeg, Kepala Desa Mekarsari, serta perwakilan RT dan RW setempat. Banjir melanda kawasan tersebut setelah hujan lebat mengguyur sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari, dengan ketinggian air mencapai sekitar lutut orang dewasa.
“Alhamdulillah hari ini kami bersama BPBD, Dinas Bina Marga SDA, Pak Camat, Pak Lurah, serta RT dan RW melihat langsung kondisi warga. Hujan turun cukup lama sejak tadi malam sehingga mengakibatkan banjir. Sebagian warga masih bertahan di rumah, sementara lainnya sudah dievakuasi,” kata Maesyal Rasyid.
Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan. Dalam jangka pendek, Pemkab akan menyalurkan bantuan logistik dan mendirikan dapur umum bagi warga yang mengungsi.
“Untuk penanganan awal, kami pastikan kebutuhan dasar warga terdampak dan yang dievakuasi segera terpenuhi. Sementara untuk jangka menengah dan panjang, akan dilakukan normalisasi saluran air, peninggian jembatan, serta penyediaan pompa untuk mempercepat surutnya genangan,” jelasnya.
Menurut Bupati, program normalisasi saluran direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2026 dan diupayakan dapat segera direalisasikan. Ia juga mengajak masyarakat untuk kembali menggiatkan kerja bakti membersihkan lingkungan serta tidak membuang sampah ke saluran air maupun sungai, karena hal tersebut dapat memperparah banjir.
“Kami mengharapkan partisipasi masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah. Jangan membuang sampah ke saluran atau sungai. Kumpulkan di satu titik dan koordinasikan dengan lurah atau camat agar bisa segera diangkut,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua RW 06 Perumahan Nuansa Mekarsari 1, Andri Suseno, mengungkapkan bahwa banjir hampir setiap tahun terjadi di wilayahnya dan sangat berdampak pada kehidupan warga.
“Di RW 06, banjir seperti ini sudah menjadi kejadian rutin setiap tahun. Mayoritas warga memiliki kondisi ekonomi menengah ke bawah, sehingga setiap banjir menimbulkan kerugian besar, terutama pada peralatan rumah tangga. Kami berterima kasih atas kehadiran Pak Bupati yang langsung turun ke lapangan dan memberikan solusi,” ujarnya.
Ia berharap rencana normalisasi dan upaya penanganan dari pemerintah daerah dapat menjadi solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang.
Di sisi lain, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang, Rijal, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan langkah teknis lanjutan.
“Penanganan teknis yang akan kami lakukan meliputi normalisasi saluran pembuangan di Perumahan Nuansa Mekarsari yang bermuara ke Sungai Cilongok dan Sungai Cirarab. Selain itu, juga direncanakan peninggian jembatan serta pembangunan sistem pompanisasi,” jelasnya.
Rijal menambahkan, pekerjaan normalisasi ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan Januari 2026.
“Kami optimalkan agar pertengahan Januari ini proses normalisasi sudah bisa dimulai,” tutupnya. (*)