Bupati Maesyal Rasyid Tegaskan Penataan Sungai Cirarab Dimulai 12 April 2026

waktu baca 3 menit
Jumat, 10 Apr 2026 14:52 29 Nazwa

TANGERANG | TD – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengambil langkah tegas untuk mempercepat penataan Sungai Cirarab agar penanganan banjir yang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Pasar Kemis dapat segera direalisasikan.

Komitmen tersebut ditunjukkan saat ia memimpin langsung musyawarah penataan Sungai Cirarab yang berada di perbatasan Kecamatan Pasar Kemis dan Sepatan. Kegiatan itu berlangsung di Masjid Al-Muhajirin Pasar Kemis, Jumat (10/4/2026).

Dalam forum tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa seluruh pihak, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai, telah menyepakati rencana penataan Sungai Cirarab.

“Alhamdulillah, semua pihak termasuk masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai telah menyetujui penataan ini. Pelaksanaan penertiban dan penataan dijadwalkan mulai Minggu, 12 April 2026. Kesepakatan ini merupakan hasil musyawarah yang telah dituangkan dalam dokumen tertulis dan ditandatangani bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, musyawarah ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang telah dilakukan sebelum bulan Ramadan. Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjutnya, mengedepankan pendekatan dialog dan kebersamaan demi kepentingan yang lebih luas, yakni mengurangi potensi banjir serta meningkatkan keselamatan warga.

Selain itu, ia memastikan proses penataan tetap menghormati toleransi antarumat beragama. Warga tetap diperbolehkan menjalankan ibadah dengan penyesuaian lokasi selama proses berlangsung.

“Kami tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk beribadah sesuai keyakinannya. Namun, untuk sementara, aktivitas di area penataan perlu dialihkan agar pekerjaan berjalan lancar,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa penataan Sungai Cirarab akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari normalisasi aliran sungai guna memperlancar arus air, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan turap (sheet pile) setelah tahap normalisasi rampung.

“Normalisasi menjadi langkah awal agar aliran air kembali optimal. Setelah itu, pembangunan turap akan segera dilakukan. Program ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten,” katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi gangguan selama proses pengerjaan berlangsung.

“Kami mohon pengertian masyarakat jika selama proses ini ada aktivitas yang terganggu. Ini hanya sementara, dan ke depan kami berharap lingkungan menjadi lebih tertata, aman, serta bebas dari banjir,” tuturnya.

Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Ia mencontohkan keberhasilan penataan di Perumahan Tangerang Elok, Pasar Kemis, yang terbukti mampu mengurangi risiko banjir secara signifikan.

“Di kawasan Elok, setelah dilakukan penataan, alhamdulillah banjir sudah tidak terjadi lagi. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menghasilkan dampak nyata,” pungkasnya.

Musyawarah tersebut turut dihadiri perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), perangkat daerah Provinsi Banten, Kepala Dinas Bina Marga dan SDA beserta jajaran, Dinas Tata Ruang dan Bangunan, Dinas Perkim, organisasi perangkat daerah Kabupaten Tangerang, para camat dan lurah, tokoh masyarakat, anggota DPRD kabupaten dan provinsi, serta warga yang tinggal di bantaran Sungai Cirarab. (*)

LAINNYA