Minimalisir Risiko Kecelakaan di Gunung, Ini Tips Aman untuk Pendaki Pemula

Berkegiatan di alam bebas menjadi salah satu pilihan sebagian orang, salah satunya mendaki gunung. Namun sebelum melakukan pendakian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan guna mendapatkan kenyamanan saat diperjalanan.
Gatot Teguh Permadi, Sekertaris Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Provinsi Banten, saat mengisi materi manajemen mendaki gunung di markas Pendaki Tangerang, Cipondoh, Kota Tangerang. Minggu 29 Mei 2022. (Foto : Eko Setiawan/TangerangDaily)
Bagikan:

KOTA TANGERANG | TD Berkegiatan di alam bebas menjadi salah satu pilihan sebagian orang, salah satunya mendaki gunung. Namun sebelum melakukan pendakian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan guna mendapatkan kenyamanan saat diperjalanan.

“Persiapan itu sangat penting, karena kalau kita mempersiapkan segala sesuatu secara baik, perjalanan pun akan lebih nyaman dan juga lebih safety,” ujar Gatot Teguh Permadi, Sekertaris Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Provinsi Banten, saat mengisi materi di markas Pendaki Tangerang, Cipondoh, Kota Tangerang. Minggu 29 Mei 2022.

Menurutnya ada tiga managemen pendakian yang harus diperhatikan oleh para pendaki untuk meminimalisir risiko.

“Managemen pendakian adalah persiapan, pelaksanaan, sama evaluasi. Kalau kita siap, tidak ada kata darurat di lapangan,” paparnya,

Dia menyarankan, bagi para pendaki pemula harus mempersiapkan segala hal, termasuk dengan siapa melakukan perjalanan pendakian.

“Jika tidak punya teman yang pernah ke gunung, carilah open trip yang operatornya sudah ada rekam jejak yang baik. Artinya baik dan jelas, ada testimoninya dari peserta yang sudah pernah ikut operator tersebut,” paparnya.

“Jika mau sama teman, memang kita harus mencari yang sudah berpengalaman ke gunung tujuan yang akan didaki,” imbuhnya.

APGI sendiri, kata dia, kerap melakukan edukasi pembekalan diri khususnya untuk berkegiatan di alam. “APGI juga beberapa kali melakukan seminar online terkait dengan pengetahuan ataupun yang terkait dengan gunung,” katanya.

“Terkait dengan cedera, hipotermia, keseleo, itu terkait juga dengan pengetahuan kita. Makanya kita harus bekali diri dengan pengetahuan bagaimana cara menangani hal tersebut,” imbuhnya.

Ketua Komunitas Pendaki Tangerang, Fahmi, mengungkapkan pentingnya persiapan pendakian yang menjadi salah satu dasar kegiatan tersebut diselenggarakan.

“Kami berharap yang sudah paham pengetahuan ini bisa mentransfer ilmu yang diterima dengan baik dan dijalankan ketika melakukan pendakian,” harapnya.

Salah satu peserta diskusi, Iswanti Kholifah mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Dirinya sangat terbantu dengan kegiatan edukasi tersebut.

“Sangat antusias, bagus dengan adanya kopdar ini, dapat menambah ilmu buat kami para pemula yang ingin mendaki gunung, membantu kami mempersiapkan apa saja yang harus disiapkan,” ungkapnya.

“Apalagi dengan orang-orang yang memang berkecimpung di dunia pendakian,” pungkasnya. (Eko Setiawan/Red)

Bagikan:

Pos terkait