Ketua PWI Banten Ingatkan Tantangan Wartawan di Era Digital

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten Rian Nopandra berpesan kepada seluruh anggotanya selalu berpegang teguh kepada kode etik wartawan.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten Rian Nopandra berpesan kepada seluruh anggotanya selalu berpegang teguh kepada kode etik wartawan.
Bagikan:

KABUPATEN TANGERANG | TD — Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten Rian Nopandra berpesan kepada seluruh anggotanya selalu berpegang teguh kepada kode etik wartawan.

Rian menyampaikan hal itu saat membuka Karya Latih Wartawan (KLW) PWI Kabupaten Tangerang di Universitas Multimedia Nusantara, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu 27 April 2022.

Bacaan Lainnya

“Wartawan saat ini menghadapi tantangan yang luar biasa dari perkembangan yang sangat pesat media sosial, namun kita harus tetap berpegang teguh kepada kode etik wartawan,” ungkap Rian dihadapan peserta KLW calon anggota PWI.

Rian menyontohkan, saat ini informasi sangat mudah didapatkan publik melalui media sosial. Bahkan media sosial lebih cepat menyampaikan informasi dibandingkan situs berita. Namun, kelemahan dari media sosial, kata Rian, tidak menjamin keakuratan informasi.

“Hal ini berbeda dengan produk jurnalistik dari seorang wartawan yang selalu dituntut akurat sebagaimana diamanatkan oleh kode etik jurnalistik,” katanya.

Kode etik jurnalistik, kata Rian, menjadi pedoman seorang wartawan dalam menjalankan profesinya. Sedikitnya, ada 11 pasal yang panduan serta rambu-rambu yang harus dipatuhi setiap pewarta.

“Kode etik jurnalistik selain memastikan bahwa karya jurnalistik kita dapat dipertanggungjawabkan, juga menjamin seorang wartawan terhindar dari delik pers,” terangnya.

Rian juga berpesan kepada calon anggota PWI untuk selalu meningkatkan kualitas, karena tantangan di era media siber saat ini, kerap kecepatan dan ketepatan menyampaikan informasi tak terelakkan. “Kita dituntut oleh perkembangan teknologi informasi dapat menyajikan berita yang cepat, namun jangan sampai mengabaikan kualitas jurnalistik. Sehingga dengan tantangan demikian, kita harus terus meningkatkan kualitas diri dengan berbagai pelatihan untuk menambahkan keterampilan dan keterampilan,” katanya.

Selain itu, meningkatkan keterampilan juga sesuai dengan perkembangan teknologi lainnya, Rian menyebutkan salah satunya perkembangan yang saat ini tengah terjadi di platform digital, yaitu metaverse.

“Metaverse ini perkembangan teknologi yang luar biasa. Namun secanggih dan sepesat apapun perkembangan teknologi, kata kuncinya bagi seorang wartawan adalah tetap menaati kode etik jurnalistik, karena itu jaminan kualitas dan kepercayaan publik kepada kita,” pungkasnya. (Red)

Bagikan:

Pos terkait