Beli Solar Subsidi Dijual ke Industri, 2 Pria Diringkus Polres Lebak

Satuan Reserse Kriminal Polres Lebak menangkap dua orang pria karena membeli solar bersubsidi dalam jumlah banyak untuk dijual ke industri.
Polres Lebak menggelar konferensi pers kasus penyalahgunaan solar subsidi, Jumat 10 Juni 2022. (Foto : Polda Banten)
Bagikan:

LEBAK | TD — Satuan Reserse Kriminal Polres Lebak menangkap dua orang pria karena membeli solar bersubsidi dalam jumlah banyak untuk dijual ke industri.

Kedua pelaku yakni JS (39) warga Pademangan Jakarta Utara dan Sdr. SM (25) Warga Kasemen Serang, Banten.

Bacaan Lainnya

Modus yang digunakan pelaku terbilang klasik, yakni membeli solar bersubsidi di SPBU dengan menggunakan mobil yang telah dimodifikasi tangki bahan bakarnya.

Kemudian, pelaku memindahkan solar tersebut ke sebuah tangki penampungan dengan daya tampung hingga satu ton.

“Pelaku mendapatkan selisih sebesar Rp2.850 per liternya. Beli di SPBU seharga Rp5.150 per liternya dan dijual dengan harga Rp8.000,” ujar Kapolres Lebak Ajun Komisaris Besar Wiwin Setiawan, saat menggelar konferensi pers, Jumat 10 Juni 2022.

Pelaku meraup keuntungan bersih hingga Rp2 juta dari satu ton solar tersebut. Sementara sopir kendaraan mobil boks Mitsubishi L -300 yang digunakan saat membeli solar di SPBU mendapatkan keuntungan Rp400 ribu.

“Berdasarkan pengakuan kedua pelaku, mereka sudah enam kali menjual ke proyek Ppmerataan lahan di Cikarang Bekasi dan di Wilayah Tangerang,” imbuh Wiwin.

Selain menangkap kedua pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti mobil boks Mitsubishi L -300 yang sudah dimodifikasi, selang ukuran 1 inc, mesin pompa air FDP25HD Oil dan bahan bakar minyak solar subsidi sebanyak 600 liter.

Atas perbuatannya kedua pelaku dijerat pasal 55 Undang-undang RI No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagaimana perubahan atas Undang-Undang RI No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman pidana enam tahun penjara atau denda paling banyak enam milyar rupiah. (Red)

Bagikan:

Pos terkait