BLT BBM, Pemprov Banten Siapkan Rp 45 Miliar untuk 75.613 Keluarga Penerima Manfaat (KPM)

Bagikan:

BANTEN – Menanggapi kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten Nurhana mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah menyiapkan anggaran bantuan tunai (BLT) sebesar Rp 45 miliar disiapkan untuk 75.613 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Provinsi Banten.

Menurut Nurhana, hal tersebut merupakan inisiasi dan komitmen yang dilakukan Pemprov Banten menanggapi adanya kenaikan tarif BBM, sehingga penanganan dampak BBM ini bisa lebih akseleratif dan sinergis bersama pemerintah pusat, Pemprov memberikan bantuan melalui APBD, disaat yang sama Pemerintah Pusat juga menyalurkan bantuan BBM melalui sumber anggaran APBN.

Bacaan Lainnya

Lebih kauh Nurhana menjelaska, mengenai besaran BLT BBM yang akan diberikan adalah sebesar Rp 150.000 untuk setiap bulan per-KPM selama yang akan diberikan selama empat bulan, sehingga total bantuan mencapai Rp 600.000 per KPM untuk periode bulan September hingga Desember 2022.

“Data yang kita pakai dari teman-teman Dinsos Kota Tangerang Selatan memakai data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), karena masih banyak yang belum mendapatkan bantuan. Sebelum disalurkan tentunya terlebih dahulu kami verifikasi secara administratif antara lain bahwa penerima bantuan ini belum mendapatkan bantuan baik dari Pemerintah Pusat maupun yang lainnya, itu kita lakukan sebagai komitmen bersama antara Prov dengan Kab/Kota untuk menjaga Reliabilitas serta akuntabilitas data penerima manfaat BLT BBM, jelas Nurhana baru-baru ini.

Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar mengatakan, penyaluran BLT BBM merupakan bagian dari upaya Pemprov Banten hadir meringankan beban masyarakat serta bersama dalam berbagai hal mengisi pembangunan di Provinsi Banten.

Menurutnya, penyaluran BLT BBM tersebut merupakan tali asih bersama antara masyarakat dan Pemerintah, baik itu Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Mudah-mudahan bermanfaat dan mengurangi beban dari dampak penyesuaian tarif serta pengalihan subsidi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Al Muktabar juga mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama dan berpartisipasi dalam rangka pemulihan ekonomi, sehingga dapat mempercepat pembangunan di Provinsi Banten.

“Pertumbuhan ekonomi kita menunjukkan tren makin membaik, dan itu penting. Kita maknai sebagai jalan kedepan untuk kita dapat bersama-sama mengisi semua agenda untuk kita menggiatkan pembangunan daerah,” jelasnya. (DEN/ROM)

 

 

Bagikan:

Pos terkait