Pembuatan Paspor di Imigrasi  Bandara Soekarno-Hatta Melonjak 131 Persen

Jumlah pemohon paspor di Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta mengalami lonjakan yang signifikan dalam dua bulan terakhir ini. "Lonjakan hingga 131 persen," kata  Kepala Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Muhammad Tito Andrianto, Jumat 15 April 2022.
Ilustrasi paspor (Foto: Mohamed Hassan/Pixabay)
Bagikan:

BANDARA | TD Jumlah pemohon paspor di Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta mengalami lonjakan yang signifikan dalam dua bulan terakhir ini. “Lonjakan hingga 131 persen,” kata  Kepala Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Muhammad Tito Andrianto, Jumat 15 April 2022.

Berdasarkan data Imigrasi, dari 1-13 April tercatat sudah 2.037 paspor yang diterbitkan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta. “Masih ada kemungkinan peningkatan di bulan April ini, mengingat masih ada lebih kurang 10 hari kerja aktif sebelum libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 2022,” kata Tito.

Bacaan Lainnya

Peningkatan penerbitan paspor di Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta mulai merangkak naik pada Maret-April 2022 ini. Jumlah paspor yang diterbitkan pada Maret sebanyak 2.796 yang meliputi paspor biasa dan elektronik, pada 1-13 April sudah 2.037 paspor yang diterbitkan.

Jumlah ini meningkat tajam jika dibandingkan dua bulan sebelumnya yaitu Februari 1.208 paspor dan Januari 1.139 paspor.

“Dari jumlah penerbitan paspor, pada bulan Februari 2022 meningkat 6 persen dibanding  Januari. Sedangkan pada  Maret, meningkat signifikan hingga 131 persen dibanding Februari,” kata Tito

Tito mengatakan kenaikan angka permohonan paspor ini naik secara signifikan dan dalam waktu yang relatif singkat. Tren peningkatan pemohon dan penerbitan paspor di Imigrasi Bandara, kata Tito, mulai terjadi sejak banyaknya pelonggaran aturan yang dilakukan pemerintah seiring terus menurunnya kasus Covid-19.

“Pembatasan kegiatan masyarakat pun sudah semakin longgar tak seketat sebelumnya. Begitu pula dengan protokol bagi pelaku perjalanan internasional yang semakin mudah,” kata Tito.

Selain itu, juga telah dibuka kembali kuota untuk ibadah umroh dan haji bagi warga negara Indonesia. “Serentetan kejadian itulah yang mungkin menjadi penyebab utama lonjakan permohonan
paspor,” ujarnya. (Faraaz/Rom)

Bagikan:

Pos terkait