Andra Soni Buka Festival Santri Lebak 2025: Dorong Peran Santri untuk Indonesia Emas 2045

waktu baca 2 minutes
Selasa, 25 Nov 2025 11:47 0 Nazwa

LEBAK | TD – Gubernur Banten, Andra Soni, resmi membuka Festival Santri Kabupaten Lebak 2025 yang berlangsung di Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Senin malam (24/11/2025). Acara ini menjadi puncak peringatan Hari Santri 2025 sekaligus momen penting untuk memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam sambutannya, Andra Soni menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan bagian dari upaya nyata untuk meningkatkan kapasitas para santri.

“Kegiatan ini merupakan langkah pemberdayaan santri. Festival Santri sangat bermanfaat, terutama untuk meningkatkan kualitas SDM dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Andra Soni.

Ia juga menambahkan bahwa festival ini berperan dalam menjaga tradisi masyarakat Lebak yang dikenal harmonis dan kuat.

Komitmen Membangun Banten

Pada kesempatan yang sama, Andra Soni menegaskan tekadnya untuk terus memajukan Provinsi Banten dengan kerja terbaik demi kesejahteraan masyarakat. Ia menilai bahwa keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh keselarasan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota.

“Koordinasi, kolaborasi, dan sinergi adalah kunci keberhasilan pembangunan di Banten. Alhamdulillah, komunikasi saya dengan para bupati dan wali kota berjalan tanpa hambatan,” tegasnya.

Santri dan Indonesia Emas 2045

Bupati Lebak, Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, turut mengajak para santri untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa santri harus menjadi bagian dari penggerak kemajuan bangsa, bukan sekadar penonton.

“Santri harus turut mengawal terwujudnya Indonesia Emas 2045. Mari bersama berikhtiar mewujudkan cita-cita tersebut,” seru Hasbi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Santri Lebak 2025, K.H. Ahdi Dzikri, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Santri yang jatuh setiap 22 Oktober. Festival tahun ini diisi berbagai kompetisi keagamaan dan seni Islami.

“Festival ini menghadirkan lomba hadroh, marawis, fahmil kutub (cerdas cermat kitab kuning), hingga lomba tartil Al-Qur’an tingkat Sekolah Dasar,” jelas Ahdi Dzikri. (*)

LAINNYA