Abraham Dorong Perbanyak Sekolah Adiwiyata, Jawab Tantangan Krisis Lingkungan

waktu baca 3 minutes
Rabu, 7 Jan 2026 14:00 0 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Abraham Garuda Laksono, mendorong penguatan sekaligus perluasan program Sekolah Adiwiyata di Provinsi Banten. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kebutuhan mendesak di tengah degradasi kualitas lingkungan, anomali cuaca, pemanasan global, serta berbagai persoalan ekologis yang kian nyata dirasakan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Abraham saat kunjungan kerja Komisi V DPRD Banten ke SMKN 4 Kota Tangerang Selatan, yang telah meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri. Ia menilai, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran ekologis sejak dini kepada generasi muda.

“Di tengah krisis lingkungan dan perubahan iklim, sekolah harus menjadi ruang awal pembentukan kesadaran ekologis. Program Adiwiyata bukan sekadar simbol kebersihan, tetapi instrumen penting pendidikan karakter dan keberlanjutan,” ujar Abraham.

Ia menegaskan, Sekolah Adiwiyata perlu diperkuat dan diperbanyak agar nilai-nilai kepedulian lingkungan tidak berhenti pada tataran seremonial, melainkan tertanam dalam ranah kognitif, sikap, dan perilaku siswa sehari-hari.

Dalam konteks tersebut, Abraham mendorong Pemerintah Provinsi Banten, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten, untuk lebih mengintensifkan program Sekolah Adiwiyata secara masif dan berkelanjutan, termasuk melalui pendampingan, penguatan kurikulum lingkungan, serta dukungan sarana pendukung.

“Kesadaran ekologis harus dibangun secara sistematis. Jika sejak bangku sekolah siswa sudah memahami relasi manusia dan lingkungan, maka itu menjadi modal penting untuk masa depan daerah,” katanya.

Selain itu, Abraham juga menekankan pentingnya gerakan penghijauan sebagai bagian tak terpisahkan dari pendidikan lingkungan. Ia menyebut penanaman pohon harus terus digalakkan dan dijadikan budaya bersama.

“Menanam pohon adalah investasi jangka panjang. Ini sejalan dengan inisiatif yang telah kami lakukan pada Bulan Menanam Pohon 2025. Gerakan seperti ini harus dilanjutkan dan diperluas, termasuk melibatkan sekolah-sekolah,” tegas Abraham.

Menurutnya, kombinasi antara pendidikan lingkungan melalui Adiwiyata dan aksi nyata seperti penanaman pohon akan memperkuat ketahanan ekologis sekaligus membentuk generasi yang lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.

Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Banten, Barhum HS, bersama sejumlah anggota DPRD Banten sebagai bagian dari agenda serap aspirasi pendidikan menengah di Provinsi Banten.

Dalam pertemuan bersama pihak sekolah, komite, dan pemangku kepentingan pendidikan, Komisi V DPRD Banten menerima berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran hingga rencana pengembangan sekolah berbasis lingkungan.

Kepala SMKN 4 Kota Tangerang Selatan, M. Akrom, menjelaskan sekolah yang dipimpinnya memiliki empat jurusan keahlian, yakni Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (Arsitektur), Layanan Kesehatan (Keperawatan), serta Desain Komunikasi Visual (Animasi).

Ia berharap keberadaan jurusan tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional. Dalam kesempatan itu, pihak sekolah juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan perluasan lahan sekolah.

“Untuk memenuhi standar nasional pendidikan, idealnya kami membutuhkan lahan seluas satu hektare. Saat ini luas lahan sekolah baru sekitar 4.600 meter persegi,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banten, Barhum HS, menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan akan dijadikan bahan evaluasi dan pembahasan lanjutan dalam perumusan kebijakan demi kemajuan pendidikan di Provinsi Banten. (*)

LAINNYA