Abe Sambangi Beny, Wujud Kepedulian kepada Warga Bonang yang Rumahnya Roboh Dimakan Rayap

waktu baca 2 menit
Kamis, 15 Okt 2026 19:32 35 Redaksi

TANGERANG | TD — Kepedulian terhadap sesama tidak selalu dimulai dari hal besar. Terkadang, kepedulian hadir melalui kesediaan untuk datang, mendengarkan, dan melihat langsung kesulitan yang dihadapi warga. Hal itu ditunjukkan Abraham Garuda Laksono atau Abe, anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, saat menyambangi Beny, warga Bonang, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, yang rumahnya roboh akibat kerusakan dimakan rayap, Rabu (14/10/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar melihat kondisi rumah yang rusak. Di balik musibah itu, ada Beny yang tengah berjuang memulihkan kesehatan setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, serta sebuah keluarga yang harus menghadapi persoalan tempat tinggal di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.

Beny, umat Katolik dari Jemaat St. Mikail, baru pulang setelah menjalani perawatan di ruang *intensive care unit* (ICU) dan masih menjalani rawat jalan ketika harus menghadapi kenyataan bahwa rumahnya roboh dan tidak lagi dapat ditempati. Untuk sementara, ia bersama keluarganya tinggal di rumah kosong milik seorang warga.

Di tengah situasi tersebut, Abe datang membawa bantuan berupa sembako dan uang tunai. Bantuan itu diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan keluarga Beny selama menghadapi masa sulit.

“Ketika kita melihat langsung kondisi masyarakat, kita bisa memahami bahwa persoalan yang mereka hadapi tidak selalu sederhana. Pak Beny sedang berusaha memulihkan kesehatannya, sementara keluarganya juga harus menghadapi persoalan tempat tinggal. Saya berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka,” ujar Abe.

Bagi Abe, kunjungan langsung menjadi salah satu cara untuk memahami persoalan warga secara lebih utuh. Sebab, di balik setiap persoalan sosial, terdapat manusia dengan kebutuhan, perjuangan, dan harapan yang tidak selalu terlihat dari laporan atau data administratif.

Mendorong Ketepatan Data Bantuan Sosial

Selain persoalan rumah dan kesehatan, kunjungan tersebut turut menyoroti akses keluarga Beny terhadap bantuan sosial.

Berdasarkan informasi yang disampaikan warga, Beny tercatat dalam desil 6 sehingga disebut tidak menerima bantuan sembako dan sejumlah bantuan sosial lainnya. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian data kesejahteraan dengan keadaan nyata yang sedang dihadapi keluarga tersebut.

Menanggapi persoalan itu, Abe menekankan pentingnya pencocokan data dengan kondisi masyarakat di lapangan agar penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran.

“Data kesejahteraan harus terus dicermati agar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Jika ada perubahan keadaan atau informasi yang belum sesuai, perlu ada mekanisme verifikasi dan pemutakhiran data. Dengan begitu, penyaluran bantuan bisa dilakukan secara lebih tepat sasaran,” katanya.

Bagi seorang wakil rakyat, mendengar aspirasi dan melihat langsung kondisi masyarakat merupakan salah satu cara untuk memahami persoalan yang dihadapi warga. (*)

LAINNYA