Upaya Tekan Pengangguran, APINDO Banten dan SMK Mitra Industri MM2100 Resmi Kerja Sama, Modern Cikande Hibahkan 2 Hektare Lahan

waktu baca 3 menit
Selasa, 13 Okt 2026 14:43 56 Nazwa

KOTA SERANG | TD — Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Banten melalui Yayasan APINDO Daya Banten resmi menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Yayasan Mitra Industri Mandiri selaku pengelola SMK Mitra Industri MM2100, sebagai langkah awal untuk pendirian SMK Mitra Industri APINDO Daya Banten dalam rangka mengembangkan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri di Provinsi Banten.

Penandatanganan PKS tersebut berlangsung dalam rangkaian Banten Investment Forum 2026 pada Jumat (9/10/2026), disaksikan langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni.

Dalam kesempatan yang sama, kawasan industri Modern Cikande Industrial Estate menyerahkan hibah tanah seluas dua hektare guna mendukung rencana pengembangan sekolah vokasi industri di Banten.

Ketua Yayasan APINDO Daya Banten sekaligus Sekretaris DPP APINDO Banten, Najib Hanafi, mengatakan penandatanganan PKS ini menjadi langkah konkret dunia usaha dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya di Provinsi Banten.

Menurutnya, kerja sama tersebut diarahkan untuk menyiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan perusahaan sehingga mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan menekan angka pengangguran di Banten.

“Program ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi tingkat pengangguran di Banten sekaligus meningkatkan kualitas SDM, terutama lulusan SMK yang siap bekerja dan terserap di industri,” ujar Najib, Selasa (13/10/2026).

Ketua DPP APINDO Banten, Tomy Rachmatullah menjelaskan, PKS tersebut menjadi upaya memperkuat konsep link and match antara dunia pendidikan dan industri, sekaligus mengurangi kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan perusahaan.

“Lulusan vokasi tidak hanya harus menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki disiplin, tanggung jawab, etos kerja, dan profesionalisme,” jelasnya.

Menurutnya, SMK Mitra Industri MM2100 dipilih sebagai mitra karena memiliki pengalaman selama 12 tahun dalam menjalankan pendidikan berbasis industri.

Ia menilai pengalaman tersebut diharapkan menjadi acuan dalam mengembangkan sekolah vokasi dengan standar kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri di Banten.

“Pengembangan program ini juga mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Banten dan DPRD Provinsi Banten. Sinergi berbagai pihak dinilai penting agar kerja sama tersebut dapat direalisasikan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Tomy menerangkan bahwa hibah lahan seluas dua hektare dari Modern Cikande Industrial Estate menjadi dukungan nyata terhadap rencana pembangunan sekolah vokasi berbasis industri.

“Keberadaan SMK Mitra Industri APINDO Daya Banten di kawasan industri tersebut diharapkan mempermudah koordinasi pendidikan dengan perusahaan,” ujarnya.

Ia berharap model pendidikan tersebut dapat dikembangkan di kawasan industri lainnya di Banten. Dengan demikian, kebutuhan tenaga kerja dan proses pendidikan dapat semakin selaras.

Sementara itu, Ketua Harian DPP APINDO Banten Kris R Adidarma, peran APINDO tidak hanya berkaitan dengan pengupahan dan hubungan industrial, tetapi juga mencakup penyiapan calon tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja, serta peningkatan daya saing SDM.

“Ketersediaan tenaga kerja kompeten juga dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat daya tarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Ia berharap penandatanganan PKS antara Yayasan APINDO Daya Banten dan SMK Mitra Industri MM2100, didukung dengan hibah lahan dari Modern Cikande Industrial Estate, menjadi awal penguatan pendidikan vokasi industri yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Banten. (Idris Ibrahim)

LAINNYA