Pilar Saga Bidik Pasar Lebih Luas, Pelaku Kriya Tangsel Didorong Perkuat Branding

waktu baca 4 menit
Jumat, 9 Okt 2026 12:26 43 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan mendorong pelaku ekonomi kreatif subsektor kriya untuk memperkuat identitas merek atau branding agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan memiliki daya saing di tengah persaingan industri kreatif.

Menurut Pilar, penguatan identitas merek menjadi langkah penting bagi pelaku usaha untuk membangun karakter produk yang mudah dikenali konsumen. Upaya tersebut perlu didukung inovasi dan riset pasar agar produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki kualitas baik, tetapi juga menawarkan keunikan dibandingkan produk sejenis.

Hal itu disampaikan Pilar saat menghadiri Workshop Kriya Tangerang Selatan dalam rangka mendukung Program Penguatan Ekosistem Creative Hub di Command Center Puspemkot Tangsel, Kamis (8/10/2026).

Pilar menilai, pelaku kriya perlu memahami bahwa persaingan di industri kreatif tidak cukup dihadapi dengan mengandalkan kualitas produk semata. Identitas yang kuat dapat menjadi pembeda sekaligus membantu produk lokal membangun posisi di tengah beragam pilihan yang tersedia di pasar.

“Pelatihan ini terkait bagaimana para pelaku ekraf ini bisa memiliki brand identity, supaya menjadi sebuah kekhasan tersendiri dalam ekonomi kreatif. Karena persaingan di dunia kriya itu kan sangat luar biasa, kalau kita tidak bisa bersaing dan tidak bisa membuat inovasi yang berbeda dengan daerah lain, kita akan kalah bersaing,” ujar Pilar.

Ia menjelaskan, pelaku ekonomi kreatif perlu melakukan riset untuk mengenali karakteristik konsumen, membaca kebutuhan pasar, serta menentukan keunggulan yang dapat ditonjolkan dari setiap produk. Dengan pemahaman tersebut, pelaku usaha diharapkan mampu membangun strategi branding yang sesuai dengan karakter produk dan target pasarnya.

Pilar juga menekankan pentingnya menemukan ciri khas yang membedakan produk kriya Tangsel dari produk daerah lain maupun produk luar negeri. Keunikan tersebut dapat menjadi nilai tambah yang memperkuat daya tarik produk sekaligus membuka peluang untuk memperluas jangkauan pemasaran.

“Para pelaku ekraf ini diberikan kesadaran secara kolektif, materi, ilmu, dan pengalaman bahwa setiap produk di Tangsel harus punya ciri khas tersendiri. Mereka harus meriset, bagaimana cara mengenal pasar dan bagaimana cara menguasai pasar,” jelasnya.

Branding Jadi Modal untuk Perluas Pasar

Subsektor kriya di Tangsel mencakup berbagai jenis produk, mulai dari aksesori seperti kalung, gelang, dan cincin, produk interior dan pajangan, furnitur, hingga batik dan tenun. Keragaman tersebut menjadi potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat posisi produk lokal di industri kreatif.

Pilar menilai, produk yang dihasilkan pelaku kriya Tangsel memiliki kualitas yang baik dan berpotensi menembus pasar internasional. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan strategi pengembangan produk yang tepat agar pelaku usaha mampu menghadapi persaingan, termasuk dari produk impor dengan harga lebih rendah.

“Produk mereka sebenarnya bagus-bagus. Bahkan kualitasnya sudah bisa sampai pasar dunia. Cuma karena persaingan dengan produk-produk China yang lebih murah, mereka (pelaku ekraf lokal) kalah,” kata dia.

Dalam kondisi tersebut, branding dapat menjadi salah satu upaya untuk menonjolkan nilai yang dimiliki produk lokal. Pelaku usaha perlu menunjukkan karakter, desain, dan keunikan produknya sehingga konsumen memiliki alasan untuk memilih produk tersebut, bukan hanya berdasarkan pertimbangan harga.

Pilar mencontohkan produk batik Tangsel yang perlu memiliki pembeda agar dapat bersaing dengan batik dari daerah lain. Menurutnya, riset menjadi bagian penting untuk menemukan karakteristik yang dapat memperkuat identitas produk tersebut.

“Batik di Tangsel juga ada. Tapi bagaimana supaya batiknya Tangsel bisa bersaing dengan daerah lain? Berarti harus ada pembeda. Apa pembeda itu, mereka harus melakukan riset,” jelasnya.

Kolaborasi Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif

Workshop Kriya Tangerang Selatan diselenggarakan melalui kolaborasi Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel bersama Kementerian Ekonomi Kreatif.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui peningkatan pengetahuan dan kapasitas pelaku usaha. Selain kualitas produk, pemahaman mengenai identitas merek, karakter pasar, dan keunggulan kompetitif menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan usaha kriya.

Pilar berharap, pelaku ekonomi kreatif Tangsel dapat memanfaatkan pembekalan tersebut untuk mengembangkan produk yang memiliki identitas kuat, kualitas tinggi, serta nilai tambah. Dengan demikian, produk lokal diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran dan bersaing secara lebih kompetitif.

“Riset itu perlu dilakukan, lalu kita berikan ilmunya bersama Kementerian Ekraf supaya melakukan riset yang mendalam. Supaya hasil dari produk itu benar-benar memiliki kualitas tinggi, berdaya saing, dan punya uniqueness sendiri,” tuturnya. (*)

LAINNYA