
Gubernur Banten Andra Soni bersama Sekda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja dan jajaran berfoto bersama para peraih juara Gelar TTG Banten 2026. Kabupaten Tangerang berhasil meraih dua Juara 1 melalui kategori Produk Unggulan TTG dan Posyantek Berprestasi. (Foto: Ist) TANGERANG | TD — Kabupaten Tangerang menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu daerah yang konsisten mendorong inovasi teknologi berbasis kebutuhan masyarakat. Dalam Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Banten 2026, daerah ini berhasil meraih dua Juara 1 sekaligus.
Dua prestasi tersebut diraih pada kategori Produk Unggulan Teknologi Tepat Guna melalui inovasi Genset Mini Portable (GEMPI) karya pemuda Desa Curug Sangereng, serta kategori Posyantek Berprestasi melalui Posyantek Buaran Jati, Desa Buaran Jati, Kecamatan Sukadiri.
Prestasi tersebut diraih dalam Gelar TTG Provinsi Banten 2026 yang berlangsung selama dua hari, 2–3 September 2026, di Eco Plaza Citra Raya, Kabupaten Tangerang. Kabupaten Tangerang dalam kegiatan tersebut bertindak sebagai tuan rumah sekaligus mengirimkan sejumlah inovasi untuk berkompetisi bersama peserta dari kabupaten/kota se-Banten.
Capaian dua gelar juara pertama itu menjadi bukti bahwa inovasi masyarakat Kabupaten Tangerang tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi mampu bersaing di tingkat Provinsi Banten.
Salah satu karya yang mengantarkan Kabupaten Tangerang meraih juara pertama adalah Genset Mini Portable atau GEMPI. Inovasi tersebut dikembangkan oleh pemuda Karang Taruna Desa Curug Sangereng sebagai alternatif penyedia listrik ketika terjadi pemadaman.
GEMPI dirancang untuk mengonversi daya baterai atau arus DC menjadi listrik rumah tangga atau arus AC. Dengan bentuk yang relatif ringkas dan pengoperasian sederhana, inovasi ini diarahkan untuk menjadi teknologi yang mudah digunakan masyarakat.
Perwakilan peserta TTG Kabupaten Tangerang dari Desa Curug Sangereng mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama sekaligus dukungan dari berbagai pihak.
“Kemenangan ini bukan hanya milik Desa Curug Sangereng, tetapi milik semua pihak yang telah mendukung kami, baik dari DPMPD, kecamatan, hingga Pemkab Tangerang,” ungkapnya.
Menurutnya, GEMPI dibuat agar dapat dioperasikan dengan mudah. Pengguna cukup menaikkan MCB dan mengaktifkan sakelar untuk menyalakan listrik rumah.
“Alat GEMPI ini simpel, tinggal naikkan MCB dan sakelar on-off, listrik rumah langsung menyala,” katanya.
Tak berhenti pada capaian di ajang TTG, pengembangan GEMPI juga terus dilakukan. Tim inovator tengah menyiapkan pengembangan sistem pemantauan berbasis Bluetooth yang dapat terhubung dengan smartphone.
Produk tersebut saat ini juga telah dipasarkan dan digunakan di tingkat RW. Di sisi lain, proses pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) tengah dilakukan untuk memperkuat aspek perlindungan dan pengembangan inovasi tersebut.
“Ini bukti nyata bahwa anak muda tidak hanya bisa scroll TikTok, tetapi bisa menghasilkan karya nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain GEMPI, prestasi Kabupaten Tangerang juga datang dari Posyantek Buaran Jati yang berhasil menjadi Juara 1 kategori Posyantek Berprestasi.
Posyantek menjadi salah satu unsur penting dalam mendorong pemanfaatan dan pengembangan teknologi tepat guna di tingkat masyarakat. Keberhasilan Posyantek Buaran Jati menunjukkan bahwa penguatan kelembagaan di tingkat desa dapat berjalan beriringan dengan lahirnya berbagai inovasi yang bermanfaat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang Yayat Rohiman mengatakan, dua gelar Juara 1 tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, Kabupaten Tangerang secara rutin menggelar Lomba TTG tingkat kabupaten sebagai salah satu upaya menjaring dan mengembangkan inovasi masyarakat sebelum dibawa ke tingkat provinsi.
“Hari ini penutupan TTG tingkat provinsi. Kita mengirimkan hasil lomba TTG tingkat kabupaten kemarin. Alhamdulillah, dari tiga indikator yang dilombakan, Kabupaten Tangerang mendapatkan Juara 1 di dua bidang, yaitu Produk Unggulan TTG dan Posyantek Berprestasi,” jelas Yayat.
Yayat menambahkan, keberhasilan di tingkat Provinsi Banten belum menjadi akhir perjalanan bagi para pemenang. Para juara akan menjadi bagian dari perwakilan Banten untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional.
“Nanti pemenang ini akan menjadi duta Banten untuk melangkah ke tingkat nasional,” katanya.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak inovasi baru dari masyarakat Kabupaten Tangerang. Pengembangan tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui penguatan jaringan Posyantek di berbagai kecamatan.
“Harapan kita tahun depan akan lahir lebih banyak lagi TTG dari Kabupaten Tangerang melalui jaringan Posyantek di tingkat kecamatan,” tambahnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja turut mengapresiasi pencapaian para inovator daerah. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan potensi anak muda Kabupaten Tangerang dalam menghasilkan karya yang mampu bersaing di tingkat provinsi.
“Lebih dari itu, kami sangat mengapresiasi karya-karya inovatif anak muda Kabupaten Tangerang yang terbukti mampu bersaing dan menjadi Juara 1 di tingkat provinsi,” ujar Soma.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen agar inovasi yang telah dihasilkan tidak berhenti sebagai karya perlombaan, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi.
“Pemkab Tangerang berkomitmen untuk terus mendukung, membina, serta memfasilitasi hasil karya inovasi ini agar tidak berhenti di perlombaan saja, melainkan dapat diproduksi massal dan dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dengan raihan dua Juara 1 tersebut, Kabupaten Tangerang tidak hanya berhasil menjalankan perannya sebagai tuan rumah Gelar TTG Banten 2026, tetapi juga membuktikan bahwa ekosistem inovasi di tingkat desa memiliki potensi untuk menghasilkan teknologi yang aplikatif dan kompetitif.
Selanjutnya, GEMPI dan Posyantek Buaran Jati akan membawa nama Banten ke tingkat nasional. Capaian ini sekaligus menjadi tantangan bagi Kabupaten Tangerang untuk menjaga kesinambungan pembinaan agar semakin banyak inovasi masyarakat yang mampu naik kelas dan memberikan manfaat nyata. (*)