TNI-Polri Bangun 22 Jembatan di Kabupaten Tangerang, Dorong Akses dan Ekonomi Masyarakat

waktu baca 3 menit
Kamis, 13 Agu 2026 19:46 11 Nazwa

TANGERANG | TD — Kolaborasi TNI dan Polri dalam pembangunan infrastruktur kembali memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Sebanyak 22 Jembatan Merah Putih dibangun di berbagai wilayah untuk memperkuat konektivitas sekaligus membuka akses yang lebih mudah bagi aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Apresiasi terhadap pembangunan tersebut disampaikan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat menghadiri peresmian Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kamis (13/8/2026).

Maesyal menilai pembangunan jembatan menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pihak swasta dalam menghadirkan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kolaborasi TNI-Polri dalam program pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi maupun Jembatan Garuda Merah Putih yang ada di Kabupaten Tangerang,” ujar Maesyal.

22 Jembatan Dibangun TNI dan Polri

Maesyal menjelaskan, dari total 22 Jembatan Merah Putih yang dibangun di Kabupaten Tangerang, sebanyak delapan jembatan dikerjakan oleh TNI, sedangkan 14 jembatan lainnya dibangun oleh Polri.

Pembangunan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan pihak pengusaha, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.

“Jembatan untuk kepentingan masyarakat ini dilaksanakan oleh TNI ada delapan tempat, yang dibangun Polri ada 14. Jadi total jumlahnya adalah 22 yang dibangun di Kabupaten Tangerang, berkolaborasi antara TNI, Polri dengan pemda dan juga pihak pengusaha,” ungkapnya.

Menurut Maesyal, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghubung fisik. Infrastruktur itu juga diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, terutama di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses.

Jembatan-jembatan tersebut diharapkan dapat menghubungkan antardesa, antarkecamatan, hingga membuka akses yang lebih baik menuju wilayah kabupaten lainnya.

“Kolaborasi untuk kepentingan rakyat, kepentingan masyarakat ini membuktikan bahwa TNI, Polri, pemerintah hadir di tengah masyarakat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” katanya.

Akses Lancar, Ekonomi Masyarakat Diharapkan Bergerak

Bupati menilai kemudahan akses memiliki kaitan erat dengan aktivitas perekonomian masyarakat. Dengan infrastruktur penghubung yang semakin baik, warga diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan efisien.

Ia berharap pembangunan tersebut turut mempercepat berbagai urusan masyarakat, mulai dari mobilitas hingga kegiatan ekonomi yang membutuhkan akses antarkawasan.

“Mudah-mudahan dengan percepatan akses ini akan juga mempercepat urusan-urusan warga, memperlancar roda perekonomian dan juga insyaallah ketahanan pangannya juga semakin meningkat,” imbuhnya.

Karena itu, Maesyal mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun. Menurutnya, keberadaan infrastruktur tersebut akan memberikan manfaat lebih besar apabila dirawat secara bersama-sama.

“Mari sama-sama kita jaga, kita pelihara agar jembatan ini bisa tahan lama dan manfaatnya bisa berkelanjutan,” imbaunya.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada mengatakan, Polri mendapat bagian untuk membangun 14 jembatan di Kabupaten Tangerang.

Dari jumlah tersebut, tiga jembatan yang berada di Kecamatan Pasar Kemis, Balaraja, dan Mauk telah diselesaikan. Pembangunan ketiga jembatan tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.

“Di Kabupaten Tangerang ini, kami melakukan pembangunan sebanyak 14 jembatan, yang mana tiga jembatan di Pasar Kemis, Balaraja dan Kecamatan Mauk, alhamdulillah telah diselesaikan dengan baik selama kurang lebih tiga bulan dan siap diresmikan,” jelas Indra.

Ia menyebut pembangunan jembatan merupakan bagian dari upaya TNI dan Polri menghadirkan pelayanan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Khusus Jembatan Garuda Merah Putih yang diresmikan di Desa Pangadegan, keberadaannya diperkirakan memberikan manfaat bagi sekitar 502 kepala keluarga atau sekitar 2.000 warga.

“Alhamdulillah, di lokasi kita berdiri ini, kurang lebih sebanyak 502 KK dan sekitar 2 ribu masyarakat yang ada di sini bisa menikmati manfaat jembatan yang kita resmikan pada kesempatan siang hari ini,” ujarnya.

Indra juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Tangerang, jajaran Forkopimda, para pengusaha, serta masyarakat yang turut mendukung pembangunan Jembatan Merah Putih.

Selain peresmian jembatan, kegiatan tersebut turut diisi dengan pemeriksaan kesehatan dan penyerahan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. (*)

LAINNYA