Mengukuhkan Istiqamah dalam Madrasah Ruhani TQN Suryalaya

waktu baca 2 menit
Sabtu, 2 Mei 2026 10:59 38 Redaksi

KOLOM | TD — ​Pendidikan sejatinya adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun bagi kami, murid-murid Tarekat Qadariyan Naqsabandiyah (TQN) Suryalaya, pendidikan tak hanya berhenti pada kecerdasan intelektual, melainkan bermuara pada kesucian hati melalui bimbingan Kemursyidan Abah Anom (Syekh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin Ra).

​Di hari yang bersejarah (Hari Pendidikan Nasional 2026) ini, buku “Tarekat Kebahagiaan” hadir sebagai pengingat tentang esensi belajar yang sesungguhnya: yaitu Istiqamah.

​Meneladani Jejak Sang Mursyid

​Abah Anom telah mengajarkan bahwa pendidikan ruhani adalah fondasi dari segala ilmu. Melalui Tanbih, kami dididik untuk menjadi pribadi yang taat pada Tuhan dan berguna bagi sesama. Memperingati Hardiknas berarti menghargai proses panjang “penggodokan” jiwa yang kami lalui dalam amaliah sehari-hari.

​Istiqamah dalam Amaliah

Pesan “Jangan Lepas di Tengah Perjalanan” adalah teguran lembut bagi kami agar tidak kendor dalam menjalankan Dzikirullah, Khataman, dan Manakiban. Pendidikan ruhani bukanlah kursus singkat, melainkan perjalanan seumur hidup.

​Ketaatan pada Guru

Keberkahan dalam belajar bersumber dari keridhaan guru. Menguatkan sikap istiqamah berarti menjaga sambutan batin dengan Kemursyidan, memastikan bahwa setiap langkah kami tetap dalam koridor bimbingan beliau.

​Hardiknas 2026 adalah momentum untuk membuktikan bahwa murid TQN Suryalaya adalah pribadi yang beradab, sesuai dengan cita-cita Abah Anom untuk melahirkan manusia yang Cageur, Bageur.

Penulis: Nana Suryana
Dosen Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya Tasikmalaya. (*)

LAINNYA