KOTA SERANG – Wali Kota Serang Budi Rustandi meresmikan kawasan Royal Baroe bersamaan dengan peringatan genap satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, yang digelar di pertigaan Pasar Royal, Kota Serang, Jumat (20/2/2025).
Peresmian tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan satu tahun kepemimpinan Budi–Agis sejak dilantik untuk masa jabatan 2025–2030. Acara berlangsung sederhana namun meriah, dengan dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur instansi terkait, tokoh masyarakat, serta para pedagang dan pengunjung Pasar Royal yang tetap beraktivitas seperti biasa.
Sekadar informasi, Presiden Prabowo Subianto melantik gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota seluruh Indonesia secara serentak di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (20/02/2025). Pelantikan tersebut menandai dimulainya periode kepemimpinan baru di berbagai daerah, termasuk Kota Serang.
Peresmian Royal Baroe di Tengah Aktivitas Masyarakat

Peresmian Royal Baroe berjalan berdampingan dengan aktifitas jual beli masyarakat
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana yang cukup unik. Peresmian Royal Baroe berlangsung berdampingan dengan aktivitas jual beli masyarakat di Pasar Royal. Para pedagang tetap melayani pembeli, sementara kegiatan pemerintah berlangsung hanya beberapa meter dari pusat transaksi.
Pemandangan ini menjadi simbol pendekatan kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Tidak ada pembatasan aktivitas pasar secara signifikan, sehingga kegiatan ekonomi tetap berjalan normal.
Kondisi tersebut juga menarik perhatian para pengunjung karena jarang terjadi kegiatan resmi pemerintah digelar langsung di tengah aktivitas perdagangan rakyat.
Royal Baroe Jadi Simbol Penataan Kawasan
Dalam keterangannya usai peresmian, Budi Rustandi menyampaikan bahwa pembangunan Royal Baroe merupakan bagian dari program penataan kawasan ekonomi rakyat sekaligus peningkatan wajah kota.
Meski demikian, ia mengaku belum puas dengan capaian satu tahun kepemimpinannya.
Menurutnya, masih banyak program prioritas yang harus segera diwujudkan demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kualitas infrastruktur Kota Serang.
“Setelah Royal, tahun ini juga kita akan bangun Alun-alun dengan anggaran sangat besar. Semua bertujuan untuk kemajuan Kota Serang,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, pembangunan alun-alun tersebut dirancang menjadi ikon baru kota sekaligus ruang publik representatif bagi masyarakat.
Fokus Penataan Pasar dan Industri Padat Karya

Selain pembangunan alun-alun, Pemerintah Kota Serang juga akan melanjutkan program penataan Pasar Induk Rau (PIR) serta mendorong pembangunan kawasan industri padat karya.
Langkah tersebut diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru serta memperkuat struktur ekonomi lokal.
Budi menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Penataan Pasar Induk Rau dan pembangunan pusat industri padat karya akan kita lakukan bertahap pada tahun-tahun selanjutnya,” jelasnya.
Fokus Selesaikan Program Prioritas
Lebih jauh, Budi Rustandi mengaku tidak terlalu memikirkan rencana pencalonan kembali pada periode berikutnya. Ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah memastikan seluruh program prioritas dapat selesai dalam satu periode kepemimpinan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus dapat langsung dirasakan masyarakat, bukan sekadar menjadi agenda politik.
“Tapi yang saya pikirkan adalah bagaimana semua program prioritas bisa selesai dalam satu periode ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Peringatan satu tahun kepemimpinan Budi–Agis sekaligus peresmian Royal Baroe ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen Pemerintah Kota Serang dalam mendorong pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta peningkatan aktivitas ekonomi lokal.(DK) Royal Baroe Diresmikan Bersamaan Peringatan 1 Tahun Kepemimpinan Budi–Agis
KOTA SERANG – Wali Kota Serang Budi Rustandi meresmikan kawasan Royal Baroe bersamaan dengan peringatan genap satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, yang digelar di pertigaan Pasar Royal, Kota Serang, Jumat (20/2/2025).
Peresmian tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan satu tahun kepemimpinan Budi–Agis sejak dilantik untuk masa jabatan 2025–2030. Acara berlangsung sederhana namun meriah, dengan dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur instansi terkait, tokoh masyarakat, serta para pedagang dan pengunjung Pasar Royal yang tetap beraktivitas seperti biasa.
Sekadar informasi, Presiden Prabowo Subianto melantik gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota seluruh Indonesia secara serentak di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (20/02/2025). Pelantikan tersebut menandai dimulainya periode kepemimpinan baru di berbagai daerah, termasuk Kota Serang.
Peresmian di Tengah Aktivitas Masyarakat
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana yang cukup unik. Peresmian Royal Baroe berlangsung berdampingan dengan aktivitas jual beli masyarakat di Pasar Royal. Para pedagang tetap melayani pembeli, sementara kegiatan pemerintah berlangsung hanya beberapa meter dari pusat transaksi.
Pemandangan ini menjadi simbol pendekatan kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Tidak ada pembatasan aktivitas pasar secara signifikan, sehingga kegiatan ekonomi tetap berjalan normal.
Kondisi tersebut juga menarik perhatian para pengunjung karena jarang terjadi kegiatan resmi pemerintah digelar langsung di tengah aktivitas perdagangan rakyat.
Royal Baroe Jadi Simbol Penataan Kawasan
Dalam keterangannya usai peresmian, Budi Rustandi menyampaikan bahwa pembangunan Royal Baroe merupakan bagian dari program penataan kawasan ekonomi rakyat sekaligus peningkatan wajah kota.
Meski demikian, ia mengaku belum puas dengan capaian satu tahun kepemimpinannya.
Menurutnya, masih banyak program prioritas yang harus segera diwujudkan demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kualitas infrastruktur Kota Serang.
“Setelah Royal, tahun ini juga kita akan bangun Alun-alun dengan anggaran sangat besar. Semua bertujuan untuk kemajuan Kota Serang,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, pembangunan alun-alun tersebut dirancang menjadi ikon baru kota sekaligus ruang publik representatif bagi masyarakat.
Fokus Penataan Pasar dan Industri Padat Karya
Selain pembangunan alun-alun, Pemerintah Kota Serang juga akan melanjutkan program penataan Pasar Induk Rau (PIR) serta mendorong pembangunan kawasan industri padat karya.
Langkah tersebut diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru serta memperkuat struktur ekonomi lokal.
Budi menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Penataan Pasar Induk Rau dan pembangunan pusat industri padat karya akan kita lakukan bertahap pada tahun-tahun selanjutnya,” jelasnya.
Fokus Selesaikan Program Prioritas
Lebih jauh, Budi Rustandi mengaku tidak terlalu memikirkan rencana pencalonan kembali pada periode berikutnya. Ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah memastikan seluruh program prioritas dapat selesai dalam satu periode kepemimpinan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus dapat langsung dirasakan masyarakat, bukan sekadar menjadi agenda politik.
“Tapi yang saya pikirkan adalah bagaimana semua program prioritas bisa selesai dalam satu periode ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Peringatan satu tahun kepemimpinan Budi–Agis sekaligus peresmian Royal Baroe ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen Pemerintah Kota Serang dalam mendorong pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta peningkatan aktivitas ekonomi lokal.