Kebersamaan Kelompok KKM 73 Untirta berpose di depan plang nama Desa Bendung berbasis eco bricks hasil inovasi pengelolaan sampah plastik sebagai wujud komitmen terhadap lingkungan berkelanjutan. (Foto: Ist)SERANG | TD — Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik 73 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) membangun plang nama Desa Bendung berbasis eco bricks sebagai bentuk inovasi pengelolaan sampah plastik dan kepedulian terhadap lingkungan beberapa waktu yang lalu.
Plang nama desa berupa tulisan “Bendung” tersebut dibuat dari ratusan botol plastik bekas yang diisi dengan sampah plastik hasil pengumpulan dari lingkungan sekitar desa. Botol-botol tersebut kemudian disusun secara kreatif sehingga membentuk identitas wilayah sekaligus menjadi media edukasi lingkungan bagi masyarakat Desa Bendung, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja pengelolaan sampah dan edukasi lingkungan yang dijalankan oleh KKM Kelompok 73 Untirta. Melalui pemanfaatan limbah plastik, mahasiswa berupaya mengurangi volume sampah sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah berbasis reduce, reuse, dan recycle.
Selain memiliki nilai estetika, plang nama desa dari eco bricks ini juga mengandung nilai edukatif dan simbolis. Karya tersebut menjadi bukti bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi produk yang bernilai guna serta mendukung upaya pelestarian lingkungan di tingkat desa.
Koordinator Kegiatan, Satria Nutrias, menjelaskan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi jembatan pembangunan desa melalui pemanfaatan potensi dan material yang tersedia di Desa Bendung.
“Plang nama ini dibuat sebagai identitas wilayah dan penanda utama desa. Kehadiran eco bricks membuktikan bahwa persoalan sampah plastik dapat diatasi melalui inovasi sederhana, kolaborasi, dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan desa berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 Februari 2026.
Sementara itu, Kepala Desa Bendung, Maksum, menyampaikan bahwa program tersebut berawal dari inovasi KKM Kelompok 73 Untirta yang mendapat masukan dari warga desa. Ia menuturkan bahwa meningkatnya volume sampah plastik menjadi salah satu permasalahan utama di Desa Bendung.
Melalui pengelolaan sampah berbasis eco bricks, KKM 73 Untirta mengajak masyarakat untuk tidak hanya membuang sampah, tetapi mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai. Program ini pun dinilai sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan Desa Bendung.
Pemerintah desa mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas dukungan serta kerja sama seluruh pihak yang terlibat. Diharapkan, melalui program KKM ini, Desa Bendung dapat terus berkembang secara mandiri serta mampu meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Rls)