Mahasiswa KKM UNTIRTA tanamkan kecakapan abad 21 melalui coding dan literasi keuangan kepada siswa SD di Tanara, Serang. (Foto: Ist)SERANG | TD — Mahasisw peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 75 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) di Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara, melaksanakan program edukatif bertajuk Menanamkan Kecakapan Abad 21 melalui Pemrograman (Coding) dan Literasi Keuangan di SDN Tanara 1 dan SDN Pesisir.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 14–15 Januari 2026 di SDN Tanara 1 dan 21–22 Januari 2026 di SDN Pesisir. Program tersebut bertujuan untuk menumbuhkan keterampilan abad ke-21 pada siswa sekolah dasar, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama sejak usia dini.

Mahasiswa KKM UNTIRTA Kelompok 75 bersama siswa SD di Tanara 1 usai kegiatan edukatif coding dan literasi keuangan untuk menanamkan kecakapan abad ke-21 sejak dini. (Foto: Ist)
Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, pendidikan dasar tidak hanya berperan sebagai tempat transfer pengetahuan akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kecakapan hidup. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada pembelajaran pemrograman (coding) dan literasi keuangan dengan pendekatan yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembagian siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Metode ini mendorong siswa untuk berdiskusi, saling bekerja sama, dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Pada kegiatan coding, siswa dilatih untuk berpikir logis dan sistematis melalui penyusunan urutan perintah sederhana guna menyelesaikan permasalahan dasar.
Sementara itu, pada kegiatan literasi keuangan, siswa diajak membuat celengan dari bahan-bahan sederhana. Kegiatan ini tidak hanya mengenalkan kebiasaan menabung, tetapi juga melatih kreativitas dan kesadaran siswa dalam mengelola keuangan sejak dini.

Mahasiswa KKM UNTIRTA membimbing siswa SD membuat celengan sebagai bagian dari edukasi literasi keuangan untuk menanamkan kebiasaan menabung. (Foto: Ist)
Antusiasme siswa terlihat berbeda di masing-masing sekolah. Siswa SDN Tanara 1 tampak aktif, berani bertanya, dan antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Di sisi lain, siswa SDN Pesisir pada awalnya terlihat lebih tenang dan pemalu, namun menunjukkan ketelitian dan fokus yang baik. Melalui pendekatan komunikatif dan kegiatan yang menyenangkan, partisipasi siswa di SDN Pesisir meningkat secara bertahap.
Sebagai penutup, setiap kelompok siswa diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil pembelajaran di depan kelas. Kegiatan ini menjadi sarana untuk melatih kemampuan komunikasi serta menumbuhkan rasa percaya diri siswa.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pembelajaran pemrograman (coding) dan literasi keuangan dinilai efektif dalam menanamkan kecakapan abad ke-21. Pembelajaran yang bermakna, relevan, dan menyenangkan menjadi kunci dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan masa depan dengan keterampilan dan karakter yang kuat. (*)