Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, memantau langsung proses pemasangan ratusan karung kisdam di Kompleks Pinang Griya, Sabtu (24/1). Pemasangan ini merupakan langkah darurat untuk menutup tembok penahan yang jebol guna menjamin keamanan warga sebelum perbaikan permanen dilakukan tahun ini. (Foto: Ist)KOTA TANGERANG | TD – Banjir yang sebelumnya menggenangi sejumlah kawasan di Kota Tangerang, seperti Kompleks Pinang Griya dan Ciledug Indah, dilaporkan mulai surut pada Sabtu (24/1/2026). Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, turun langsung ke lapangan untuk memantau pemasangan kisdam di lokasi tembok penahan yang jebol sebagai langkah pencegahan terhadap potensi banjir lanjutan.
“Alhamdulillah, kondisi Pinang Griya hari ini sudah kering. Kami langsung melakukan penanganan pascabanjir dengan pemasangan kisdam sebagai upaya antisipasi sambil menunggu penanganan permanen,” kata Sachrudin saat meninjau lokasi.
Upaya penanganan tersebut melibatkan Dinas PUPR Kota Tangerang, unsur TNI dan Polri, Polsek Pinang, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Sebanyak kurang lebih 500 karung kisdam dipasang di area tembok yang jebol beserta titik-titik sekitarnya. Langkah ini dilakukan untuk menahan potensi luapan air, khususnya dari aliran kiriman wilayah hulu.
“Kisdam dipasang di titik rawan dan sekitarnya. Pekerjaan kita pastikan rampung agar keamanan warga benar-benar terjaga,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Tangerang juga mengoperasikan sembilan unit pompa air sejak banjir terjadi. Pompa dimaksimalkan setelah ketinggian air menurun dan mesin dalam kondisi aman.
“Begitu air surut dan mesin tidak lagi terendam, pompa langsung dioptimalkan. Alhamdulillah, pengeringan berlangsung cukup cepat,” jelasnya.
Sachrudin menuturkan, kondisi tembok penahan yang jebol menjadi perhatian serius karena lokasinya berbatasan langsung dengan aliran sungai. Untuk itu, Pemkot Tangerang berkomitmen melakukan penanganan jangka panjang melalui pembangunan dan penguatan tanggul secara permanen.
“Insya Allah tahun ini akan dilakukan penanggulan permanen. Lahan di bagian belakang akan dibebaskan, kemudian tanggul diperkuat agar warga merasa aman, terutama saat musim hujan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebelumnya Pemkot Tangerang telah melakukan peninggian tanggul di beberapa titik Kali Angke yang terbukti efektif mencegah banjir di wilayah lain. Peristiwa jebolnya tembok di Pinang Griya pun menjadi prioritas untuk segera diselesaikan.
Secara keseluruhan, Sachrudin menyampaikan bahwa dari total 12 titik banjir yang sempat terjadi di Kota Tangerang, sebagian besar kini telah surut, termasuk di wilayah Pinang Griya dan Periuk.
“Dalam satu hingga dua hari ke depan, kami pastikan seluruh wilayah sudah kering. Setelah itu akan dilanjutkan kerja bakti bersama warga untuk membersihkan lumpur dan sampah,” katanya.
Pemkot Tangerang juga telah menyalurkan berbagai bantuan bagi warga terdampak, mulai dari makanan siap saji, layanan kesehatan, dapur umum, hingga pendirian posko kebencanaan. Seluruh perangkat daerah bersama camat, lurah, dan jajaran kewilayahan diterjunkan untuk pendataan serta pemantauan di lapangan.
“Kami mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Terima kasih kepada TNI dan Polri yang terus mendukung upaya penanganan banjir di Kota Tangerang,” tambahnya.
Salah seorang warga Pinang Griya, N.N. (70), warga RT 02 RW 06, mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dalam menangani banjir kali ini.
“Saya tinggal di sini sejak 1986, sudah sembilan kali kebanjiran. Tapi ini yang paling cepat surut, satu hari sudah kering. Responsnya cepat, malam itu juga Pak Wali Kota datang bersama TNI dan polisi membawa pasir,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan S. (55), warga RT 06, yang menilai penanganan banjir kali ini berlangsung sigap.
“Pemkot gerak cepat. Sehari saja banjir, langsung surut,” katanya. (*)