Bupati Tangerang Tinjau Banjir di Nyompok Girang, Jembatan Terendam Luapan Sungai

waktu baca 3 minutes
Jumat, 23 Jan 2026 15:45 0 Nazwa

TANGERANG | TD – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung meninjau lokasi banjir di Kampung Nyompok Girang, Desa Nyompok Girang, Kecamatan Cisoka, Jumat (23/1/2026). Peristiwa banjir tersebut menyebabkan akses warga terputus setelah jembatan penghubung terendam luapan anak Sungai Cidurian.

Dalam peninjauan itu, Bupati didampingi Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, perwakilan BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Camat Cisoka, serta Kepala Desa setempat. Selain mengecek kondisi di lapangan, rombongan juga menyerahkan bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak.

Maesyal Rasyid menjelaskan, curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama selama beberapa hari terakhir menyebabkan debit air Sungai Cidurian meningkat hingga meluap dan menenggelamkan jembatan yang telah berusia belasan tahun tersebut.

“Intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama membuat air Sungai Cidurian meluap. Akibatnya, jembatan di Kampung Nyompok Girang terendam sehingga akses warga tidak dapat dilalui,” kata Maesyal.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan langkah penanganan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk penanganan awal, Pemkab menyalurkan bantuan kebutuhan pokok karena aktivitas masyarakat terganggu akibat terputusnya akses, sekaligus menyiapkan layanan kesehatan.

“Tadi kami cek langsung, warga kesulitan beraktivitas karena jembatan terendam. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kami bersama BPBD menyalurkan logistik dan mendirikan posko kesehatan,” ujarnya.

Sementara untuk solusi jangka panjang, Pemkab Tangerang berencana membangun ulang jembatan dengan ketinggian yang disesuaikan dengan jalan pemukiman agar tetap aman dilalui saat debit air sungai meningkat.

“Ke depan, jembatan akan dibangun dengan elevasi sejajar jalan pemukiman. Harapannya, meski terjadi luapan air, akses tetap bisa digunakan. Insyaallah pembangunannya dapat direalisasikan pada tahun 2026,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Tangerang juga memastikan adanya bantuan bagi petani yang terdampak banjir, terutama lahan persawahan yang terendam hingga mengalami puso.

“Melalui Dinas Pertanian, kami akan memberikan bantuan kepada masyarakat atau kelompok tani yang sawahnya terdampak banjir dan mengalami gagal panen,” tambahnya.

Menghadapi kondisi cuaca ekstrem, Bupati mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta membatasi aktivitas, khususnya saat melintasi area yang terdampak banjir.

“Kami minta masyarakat lebih berhati-hati. Untuk sementara, perahu akan kami siagakan, dan aktivitas sebaiknya dilakukan pada pagi hingga sore hari saja,” pungkasnya.

Pemkab Tangerang melalui OPD terkait akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.

Sementara itu, Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah menegaskan bahwa jembatan tidak mengalami kerusakan struktur. Terputusnya akses terjadi karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air saat sungai meluap.

“Perlu kami luruskan, yang terputus adalah akses masyarakat, bukan jembatannya. Jembatan masih ada, namun terendam air ketika terjadi luapan sungai,” jelas Iwan.

Ia menambahkan, anggaran pembangunan jembatan dengan elevasi yang lebih tinggi telah dialokasikan pada tahun 2026 guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

“Pada tahun 2026 sudah kami anggarkan pembangunan jembatan dengan ketinggian yang lebih aman. Dengan begitu, ketika air kembali meluap, jembatan tidak lagi terendam dan tetap dapat dilalui masyarakat,” tutupnya. (*)

LAINNYA