Teknologi kecil, dampak kesehatan besar. Smartwatch kini bukan lagi sekadar pelengkap, tapi alat health tech yang memantau detak jantung, pola tidur, hingga oksigen darah kita 24 jam sehari. (Foto: Pinterest)TEKNO | TD — Smartwatch kini bukan lagi sekadar pelengkap gaya hidup. Perangkat kecil yang melingkar di pergelangan tangan ini telah berkembang menjadi alat kesehatan digital yang mampu memantau aktivitas harian, kondisi tubuh, hingga memberi peringatan dini terhadap masalah kesehatan.
Dengan sensor yang makin canggih, daya baterai lebih efisien, serta konektivitas yang stabil, smartwatch telah menjadi bagian penting dalam dunia health tech. Bagi banyak orang, smartwatch bahkan menjadi “teman kesehatan” yang selalu siap memantau mereka sepanjang hari.
Pertumbuhan wearable technology belakangan ini jauh lebih cepat dari perangkat elektronik lain. Salah satu alasannya adalah fungsi kesehatan di dalam smartwatch yang semakin lengkap dan mudah digunakan.
Beberapa keunggulan yang membuat smartwatch menarik di dunia kesehatan:
Dengan kombinasi ini, smartwatch menjadi perangkat ideal untuk kesehatan harian maupun kebutuhan medis.
Walaupun kecil, smartwatch berisi komponen teknologi yang cukup kompleks, di antaranya:
Perangkat pendukung seperti tali jam, tombol fisik, dan frame hanya menambah kenyamanan pemakaian, tetapi inti teknologinya ada pada sensor dan sistem pemrosesan data.
Teknologi smartwatch di bidang kesehatan berkembang sangat cepat. Setidaknya ada empat kategori penggunaan utama yang paling populer saat ini.
1. Pemantauan Kesehatan 24 Jam
Hampir semua smartwatch modern mampu melacak:
Beberapa perangkat bahkan mulai mengembangkan kemampuan memantau tekanan darah dan gula darah tanpa jarum, sebuah terobosan yang sangat dinantikan.
Contoh nyata adalah smartwatch B1 yang digunakan dalam penelitian tidur dan aktivitas harian.
2. Smartwatch yang Mampu Memberikan Terapi
Di masa depan, smartwatch bukan hanya memantau, tetapi juga memberikan terapi otomatis.
Contohnya, perusahaan Chrono Therapeutics mengembangkan smartwatch yang dapat menyuntikkan obat secara otomatis pada waktu yang tepat untuk membantu pengguna mengatasi kecanduan nikotin.
Teknologi ini membuka jalan untuk self-therapy yang lebih aman dan terukur.
3. Smartwatch Khusus untuk Penyakit Tertentu
Beberapa perangkat dirancang untuk kondisi medis spesifik, misalnya:
Teknologi ini memungkinkan perawatan kesehatan yang lebih personal dan responsif.
4. Terhubung dengan Rekam Medis Digital
Salah satu visi paling menjanjikan adalah integrasi smartwatch dengan:
Bayangkan jika dokter bisa melihat data detak jantung Anda selama sebulan terakhir sebelum memberikan diagnosis. Atau smartwatch memberi rekomendasi otomatis kapan harus istirahat, olahraga, atau minum obat.
Dalam beberapa tahun ke depan, skenario ini sangat mungkin menjadi kenyataan.
Smartwatch telah membuktikan bahwa teknologi kecil bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan manusia. Mulai dari memantau kondisi tubuh, mendukung terapi, membantu pasien dengan penyakit tertentu, hingga berpotensi terhubung dengan rekam medis digital.
Dengan perkembangan sensor dan AI yang semakin pesat, masa depan kesehatan digital akan semakin mengandalkan perangkat seperti smartwatch. Perangkat ini bukan hanya membantu kita hidup lebih sehat, tetapi juga membuat layanan kesehatan lebih cepat, cerdas, dan personal.
Smartwatch—kecil bentuknya, besar manfaatnya.
Penulis: Siti Mastiah
Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. (*)