Teh setelah makan dapat menghambat penyerapan zat besi karena tanin, jadi sebaiknya beri jeda 1,5–2 jam agar nutrisi tetap optimal. (Foto: Freepik @freepic.diller)KESEHATAN | TD — Teh adalah minuman yang hampir selalu hadir di meja makan masyarakat Indonesia—dari warung kaki lima sampai restoran modern. Rasanya ringan, menyegarkan, dan dianggap menyehatkan karena kaya antioksidan. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa kebiasaan minum teh tepat setelah makan justru bisa berdampak buruk pada tubuh, terutama terkait penyerapan zat besi.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh ketika kita menyesap teh setelah makan?
Teh mengandung tanin, sejenis polifenol yang memberi rasa sepat pada minuman ini. Tanin inilah yang memiliki kemampuan berikatan dengan zat besi, terutama zat besi non-heme yang banyak ditemukan pada makanan nabati seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Ketika tanin dan zat besi bertemu di sistem pencernaan, keduanya membentuk ikatan yang tidak larut. Akibatnya, besi menjadi lebih sulit diserap tubuh. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, efek jangka panjangnya bisa berujung pada:
Penelitian oleh berbagai ahli gizi dan biokimia menjelaskan mekanisme ini secara detail.
1. Tanin Membentuk Ikatan Kompleks dengan Mineral
Cosme et al. (2025) memaparkan bahwa tanin memiliki gugus hidroksil yang mudah berikatan dengan mineral, termasuk zat besi. Ikatan ini membentuk kompleks tidak larut yang akhirnya membuat besi tidak bisa diserap optimal oleh tubuh.
2. Tanin Juga Mengganggu Pencernaan Protein
Sari et al. (2024) menambahkan bahwa tanin bukan hanya mengikat mineral, tetapi juga dapat berikatan dengan protein. Akibatnya, protein menjadi lebih sulit dipecah menjadi asam amino—bahan baku penting pembentuk hemoglobin.
3. Waktu Konsumsi Sangat Menentukan
Inilah poin krusial yang jarang disadari.
Jika teh diminum kurang dari 1 jam setelah makan, tanin langsung bertemu dengan zat besi yang masih berada di lambung atau usus halus. Penyerapan besi bisa turun hingga 85%.
Karena proses pencernaan berlangsung sekitar 3 jam, minum teh terlalu dekat dengan waktu makan membuat zat besi sangat rentan terikat oleh tanin.
Kabar baiknya, Anda tidak perlu berhenti minum teh sama sekali. Cukup mengatur waktunya.
1. Beri Jeda 1,5–2 Jam Setelah Makan
Dengan memberi waktu jeda, proses penyerapan zat besi tidak terganggu. Tanin tidak lagi bertemu dengan besi yang sedang dalam proses diserap.
2. Konsumsi Vitamin C saat Makan
Dibanding teh, vitamin C memiliki efek sebaliknya: ia meningkatkan penyerapan zat besi, terutama dari sumber nabati.
Penelitian menunjukkan:
Sumber vitamin C yang mudah ditemui:
Kombinasikan dengan makanan kaya zat besi, dan tubuh mendapatkan manfaat maksimal.
Teh tetaplah minuman sehat dengan banyak manfaat. Namun, konsumsi yang tidak tepat—khususnya langsung setelah makan—bisa menghambat penyerapan zat besi hingga tingkat yang signifikan.
Dengan memberi jeda sekitar 1,5–2 jam setelah makan dan menambahkan vitamin C dalam menu harian, Anda tetap bisa menikmati teh tanpa mengorbankan kesehatan darah dan metabolisme tubuh.
Penulis: Nayla Nurzalfa
Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. (*)