Komisi VIII DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat 33 Tangsel, Soroti Adaptasi Siswa dan Upaya Putus Rantai Kemiskinan

waktu baca 2 minutes
Rabu, 17 Sep 2025 15:42 0 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Wakil Ketua II dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), H. Singgih Januratmoko, bersama anggota Komisi VIII DPR RI meninjau kegiatan belajar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33, Jelupang, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi evaluasi awal terhadap program pendidikan yang digagas pemerintah untuk membantu masyarakat dari kelompok miskin ekstrem.

Singgih menilai sekolah ini memiliki peran penting dalam memutus rantai kemiskinan. Ia menyebut, pemerintah berupaya memberikan pendidikan layak bagi masyarakat kelompok desil 1 dan 2 melalui sistem pembelajaran yang hampir serupa dengan sekolah Taruna Nusantara.

“Intinya, ini salah satu untuk memutus rantai kemiskinan. Pemerintah ingin mensejahterakan masyarakat dengan memberikan pendidikan yang layak,” kata Singgih usai meninjau, Rabu 17 September 2025.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti adanya sembilan siswa yang memilih mengundurkan diri dari total 150 siswa. Menurutnya, hal ini bukan karena kabur, melainkan lebih kepada kendala adaptasi.

“Alasannya macam-macam. Ada yang homesick, ada juga yang belum terbiasa dengan disiplin ketat. Mereka harus bangun jam 4, sholat, olahraga, hingga belajar. Itu butuh waktu untuk menyesuaikan diri,” jelasnya.

Singgih menambahkan, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang semula dirancang selama dua minggu kemungkinan perlu diperpanjang hingga dua atau tiga bulan. Tujuannya agar siswa lebih mudah beradaptasi dengan aturan dan pola hidup baru.

Selain itu, pihaknya juga menyinggung tantangan lain yang dihadapi sekolah, yakni perilaku sebagian siswa yang masih merokok. Menurut Singgih, hal ini merupakan kebiasaan bawaan dari lingkungan sebelumnya.

“Memang ada yang merokok, bahkan ada yang minum. Karena itu, nanti kita dorong agar ada bimbingan khusus seperti BK (Bimbingan Konseling), supaya mereka bisa diarahkan dan dibimbing,” ujarnya.

Singgih menegaskan bahwa peran guru sangat penting dalam mengawal perubahan perilaku siswa. Evaluasi berkala terhadap tenaga pendidik akan dilakukan agar tujuan utama sekolah tercapai.

“Harapannya ke depan, program ini benar-benar berjalan baik, dan cita-cita pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan bisa terwujud,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA