390 Peserta Sekolah Lansia Kota Tangerang Resmi Diwisuda

waktu baca 3 minutes
Rabu, 27 Agu 2025 21:44 0 Nazwa

KOTA TANGERANG | TD — Pemerintah Kota Tangerang mencatat sejarah baru dengan mewisuda 390 peserta Sekolah Lansia dari 13 kecamatan, yang berlangsung di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Acara yang penuh haru dan semangat ini menunjukkan bahwa keinginan untuk belajar tidak mengenal batasan usia. Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang, di mana para lansia mengikuti program selama enam bulan.

Proses pembelajaran di Sekolah Lansia ini dirancang dengan kurikulum tujuh dimensi yang mencakup aspek kesehatan fisik, mental, sosial, spiritual, dan ekonomi keluarga.

Salah satu wisudawati, Sri Hermin Setyaningsih (64), tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Setelah pensiun dan merasa kurang produktif, Sekolah Lansia berhasil membangkitkan semangat hidupnya kembali. Meskipun ia telah menyandang gelar S2 di sekolah formal, Sri mengaku baru kali ini merasakan kebebasan psikologis dan spiritual yang sesungguhnya.

“Kami belajar tentang kesehatan, lingkungan, agama, dan bagaimana menjadi lansia yang aktif dan bermanfaat. Dulu saya merasa tidak ada lagi manfaatnya, tetapi sekarang saya merasa hidup kembali. Saya berharap semakin banyak lansia yang merasakan program ini, sehingga semua lansia di Kota Tangerang dapat produktif dan bahagia,” ungkap Sri.

Wisuda ini menjadi yang terbesar di Provinsi Banten untuk Sekolah Lansia. Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten, Rusman Efendi, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Dari 34 sekolah lansia yang ada di Provinsi Banten, 13 di antaranya berlokasi di Kota Tangerang.

“Ini luar biasa dan harus dicontoh oleh daerah lain. Sekolah lansia tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memperkuat agar lansia tetap sehat, aktif, dan mandiri. Lansia tidak seharusnya menjadi beban, tetapi harus tetap berkontribusi bagi keluarga dan negara. Hari ini, hal ini telah dibuktikan di Kota Tangerang,” ujarnya.

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, menjelaskan bahwa program ini baru dilaksanakan untuk pertama kalinya, namun antusiasme dari para lansia sangat tinggi. Saat ini, terdapat 13 sekolah lansia yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Tangerang.

Ke depan, Pemkot Tangerang menargetkan untuk memperluas cakupan program hingga ke tingkat kelurahan, dengan memanfaatkan fasilitas publik yang ada, seperti Graha Kita Bersama, Posyandu Lansia, dan ruang-ruang komunitas.

“Ini bukan berarti kita akan membangun sekolah baru, tetapi kita akan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada untuk memperluas manfaat Sekolah Lansia. Ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan lansia agar mereka tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam pembangunan,” jelas Tihar.

Setelah wisuda, para lansia tidak akan berhenti belajar. Pemerintah Kota Tangerang berencana untuk meluncurkan berbagai program pemberdayaan lanjutan yang melibatkan lansia dalam kegiatan ekonomi kreatif, sosial kemasyarakatan, dan pengembangan spiritual.

“Pemerintah Kota Tangerang mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Semangat belajar sepanjang hayat yang ditunjukkan oleh para lansia ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh lapisan masyarakat, bahwa belajar tidak mengenal usia, dan masa tua bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan babak baru yang penuh makna,” tutupnya. (*)

LAINNYA