Dari Warisan Tradisional ke Hilirisasi: Manfaat Kemenyan yang Dilirik Wapres

waktu baca 3 minutes
Sabtu, 19 Jul 2025 11:10 1 Nazwa

KESEHATAN | TD – Selama berabad-abad, kemenyan telah dikenal luas sebagai elemen penting dalam ritual dan praktik spiritual di berbagai belahan dunia, termasuk di Nusantara. Aromanya yang khas sering diasosiasikan dengan dupa dan kegiatan mistik. Namun, di balik citra tradisional tersebut, kemenyan menyimpan potensi besar sebagai komoditas bernilai tinggi. Hal ini menjadi perhatian Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang dalam beberapa kesempatan menekankan pentingnya hilirisasi kemenyan sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Manfaat Kesehatan dan Kegunaan Praktis Kemenyan

Kemenyan, atau resin benzoin, berasal dari pohon Styrax. Getahnya telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan herbal dan keperluan terapeutik. Beberapa manfaat yang dikenal antara lain:

  1. Sebagai antiinflamasi dan pereda nyeri
    Kandungan asam boswellic membantu meredakan peradangan sendi, nyeri otot, serta gejala rematik dan arthritis.
  2. Antiseptik alami untuk kulit dan mulut
    Digunakan dalam produk perawatan luka, krim jerawat, serta pasta gigi dan obat kumur alami.
  3. Meningkatkan kualitas pernapasan
    Inhalasi uap kemenyan dapat melegakan hidung tersumbat, batuk, asma ringan, serta sinusitis.
  4. Terapi relaksasi dan aromaterapi
    Minyak esensial kemenyan efektif membantu mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan kualitas tidur.
  5. Sebagai bahan aktif industri kosmetik dan parfum
    Sifat aromatik alaminya menjadikannya bahan favorit dalam formulasi parfum mewah.

Sorotan Wapres Gibran terhadap Hilirisasi Kemenyan

Dalam pembekalan peserta Lemhannas pada Juli 2025, Wakil Presiden Gibran menekankan pentingnya memaksimalkan nilai tambah komoditas lokal seperti kemenyan. Ia berpendapat bahwa Indonesia tidak seharusnya terus bergantung pada ekspor bahan mentah. Ia menyebutkan bahwa parfum-parfum mewah yang digunakan oleh masyarakat global, termasuk merek-merek ternama dunia, sebenarnya berasal dari bahan dasar kemenyan.

Pernyataan ini mencerminkan pandangan strategis bahwa kemenyan memiliki peluang besar untuk didorong melalui proses hilirisasi, sehingga manfaat ekonominya dapat dinikmati langsung oleh masyarakat Indonesia, khususnya di daerah penghasil.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Untuk mewujudkan hilirisasi kemenyan, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi:

  • Keterbatasan fasilitas riset dan teknologi pengolahan
  • Kurangnya edukasi dan pendampingan bagi petani dan pelaku UMKM
  • Kebutuhan regulasi dan standar mutu yang kuat (BPOM, ekspor, dsb)
  • Minimnya akses pembiayaan dan kemitraan industri

Meskipun demikian, harapan tetap terbuka lebar. Dengan dukungan pemerintah, kolaborasi lintas sektor, dan kesadaran masyarakat terhadap nilai produk lokal, kemenyan dapat berkembang menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya dikenal karena aromanya, tetapi juga karena dampak ekonominya.

Penutup

Kemenyan bukan lagi sekadar simbol warisan spiritual, melainkan potensi ekonomi nyata yang tengah dilirik untuk dikembangkan lebih jauh. Dukungan dari Wakil Presiden Gibran menandakan adanya keseriusan pemerintah dalam menjadikan komoditas lokal sebagai bagian dari strategi hilirisasi nasional. Ketika kearifan tradisional bertemu dengan inovasi dan keberpihakan kebijakan, bukan tidak mungkin kemenyan akan menjadi produk unggulan Indonesia di pasar global. (*)

LAINNYA