Burung Hantu, Musuh Alami Pembasmi Tikus Sawah yang Dapat Diandalkan

waktu baca 2 minutes
Selasa, 13 Mei 2025 11:59 1 Patricia Pawestri

PERTANIAN | TD – Burung hantu menjadi salah satu pilihan ramah lingkungan dalam pembasmian hama tikus sawah. Hal ini, terutama, tersorot pada saat Presiden Prabowo berdialog dengan para petani saat “Panen Raya Padi Serentak di 150 Kabupaten dari 14 Provinsi” pada awal April 2025.

Hal inilah yang mendasari pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, untuk memfasilitasi Kabupaten Majalengka dengan 1000 ekor burung hantu. Penggunaan burung hantu sebagai predator untuk tikus-tikus perusak padi diakui efektif oleh kepala dinas ketahanan pangan setempat.

Pernyataan efektivitas burung hantu musuh alami pembasmi tikus sawah tersebut mendapat penjelasan yang lebih kompleks dari Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN Yudhistira Nugraha. Tyto alba, burung hantu lumbung yang juga dikenal sebagai serak jawa tersebut, mampu memangsa hingga 5 ekor tikus di malam hari.

Namun, Yudhistira juga memperingatkan bahwa penggunaan burung hantu sebagai pengendali hama tikus harus tetap memadukan teknik lainnya. Misalnya dengan meng-‘gropyok‘ tikus, memusnahkan sarang tikus, dan perangkap-perangkap ‘trap barrier‘. Ini bertujuan menekan populasi tikus.

Petinggi BRIN tersebut juga menjelaskan bahwa burung hantu tidak begitu saja dapat diandalkan, terutama ketika populasi tikus sedang meledak. Ia juga menyarankan untuk memberikan rumah yang nyaman ditempati oleh burung hantu untuk memantau populasi predator alami tersebut.

Demikianlah mengenai burung hantu musuh alami pembasmi tikus sawah. Penggunaan spesies Tyto alba ini akan menjadi efektif bila berada dalam sistem pengendalian hama terpadu. Misalnya teknik manual ‘gropyokan’, pemusnahan sarang, dan jebakan tikus yang sering merusak tanaman budidaya padi. (Pat)

 

LAINNYA