9 Tahun Bersama Warga Tambakrejo, LindungiHutan Buktikan Komitmen Jangka Panjang dalam Pelestarian Pesisir

waktu baca 3 minutes
Kamis, 15 Mei 2025 04:49 0 Elvira

Tahun ini menjadi tonggak penting bagi LindungiHutan dalam perjalanannya yang telah berlangsung sembilan tahun bersama komunitas pesisir Tambakrejo, Semarang. Sejak 2016, sinergi antara warga lokal dan LindungiHutan telah melahirkan dampak berkelanjutan, tak hanya dari sisi ekologi, namun juga sosial dan ekonomi.

Pak Juraimi, atau yang akrab dipanggil Pak Ju, telah memimpin Kelompok Peduli Lingkungan (KPL) Camar sejak 2013. Ia mengenang awal mula keterlibatan warga dengan LindungiHutan yang dipicu oleh kekhawatiran terhadap ancaman abrasi dan erosi di wilayah pesisir mereka.

“Saya merasa bertanggung jawab sebagai anak daerah. Kehadiran LindungiHutan membuat kami bisa bersama-sama menanam mangrove dan melindungi daerah kami dari abrasi,” ucap Pak Ju.

Program konservasi yang dijalankan tidak terbatas pada kegiatan tanam pohon. Edukasi menyeluruh mengenai manfaat mangrove juga diberikan kepada masyarakat, mulai dari perannya dalam menjaga garis pantai, hingga pemanfaatannya sebagai bahan produk bernilai ekonomi.

“Mangrove bukan cuma penahan abrasi. Daunnya bisa dibuat keripik, batangnya dapat dimanfaatkan untuk pewarna batik, dan akarnya menjadi habitat penting untuk pemijahan ikan—sangat membantu kami para nelayan,” tambahnya.

Pendekatan strategis yang diterapkan melalui konsep “segitiga penanaman” tidak hanya memulihkan ekosistem, namun juga menciptakan sumber pendapatan baru. Para pria berperan dalam penanaman, sementara para ibu rumah tangga mengolah hasil mangrove menjadi produk bernilai jual. Inisiatif ini telah membangun ekosistem pemberdayaan yang menyeluruh dan berkesinambungan.

Selama hampir satu dekade berjalan, warga mulai merasakan dampak positifnya. Suhu udara yang dulu menyengat kini lebih bersahabat, dan ancaman air pasang sudah jauh berkurang. Meski belum sepenuhnya pulih, perubahan sebesar 75% dirasakan oleh masyarakat setempat.

“Kami sekarang hidup di lingkungan yang lebih hijau dan sejuk. Air pasang juga tidak seganas dulu. Kami merasa lebih aman,” ujar Pak Ju.

Menurutnya, kekuatan utama LindungiHutan terletak pada konsistensinya menjalin kemitraan tanpa diskriminasi. “Pendampingan yang dilakukan sangat intens dan menyeluruh—dari awal hingga akhir. Kontribusi mereka mencapai sekitar 90%. Ini berbeda dengan program lain yang biasanya hanya sebentar,” jelasnya.

Pak Ju berharap, pola kolaborasi ini dapat direplikasi di daerah lain yang menghadapi tantangan serupa. “Semoga LindungiHutan bisa hadir di wilayah-wilayah yang lebih membutuhkan. Kami sudah merasakan manfaatnya secara nyata, semoga jadi inspirasi bagi desa lain untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan,” tutupnya.

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan merupakan startup lingkungan yang berkomitmen pada konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan. Dengan dukungan lebih dari 590 mitra brand dan perusahaan, lebih dari satu juta pohon telah ditanam di 34 lokasi di seluruh Indonesia. Beberapa program utama LindungiHutan mencakup Corporatree, Collaboratree (melalui Product Bundling, Service Bundling, dan Project Partner), serta skema Carbon Offset untuk mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

LAINNYA