hpn2024
BeritaEkbisTips

7 Kiat Mengelola Bisnis Rumah Warisan Agar Cuan

38
×

7 Kiat Mengelola Bisnis Rumah Warisan Agar Cuan

Sebarkan artikel ini
Ndalem Natan merupakan salah satu rumah tradisional di Kotagede, Yogyakarta, yang kini berfungsi sebagai guest house dan sanggar seni. (Foto: Instagram @adjiewahjono)
Bagikan:

BISNIS | TD – Para turis asing sangat menyukai tinggal di rumah tua yang identik dengan hal-hal berbau etnik atau tradisional. Kegemaran semacam ini dapat dijadikan mata pencaharian bagi para penduduk asli yang memiliki rumah peninggalan atau warisan yang cukup tua, dengan bentuk bangunan tradisional, tetapi masih tetap kokoh.

Hal yang sama dilakukan oleh Bima Adhitya, fotografer asal Yogyakarta. Ia memanfaatkan dengan baik rumah peninggalan eyangnya (kakek) dan mendapatkan 25.000 dolar dalam setahun, yang bila dikalkulasikan ke dalam rupiah akan berkisar Rp 375juta. Angka yang cukup menggiurkan untuk bisnis penginapan sederhana.

Namun, pencapaian angka pendapatan tersebut tidak datang tanpa proses yang panjang. Bima membuka bisnis persewaan kamar untuk para turis backpacker sejak tahun 2013. Ia memanfaatkan Airbnb, jejaring online dari Amerika untuk akomodasi sewa.

Dalam akun instagramnya, @bimaadhitya, ia mengungkapkan bahwa ada suka dan duka yang telah terjadi selama ia membuka bisnis tersebut. Dan perlunya sikap sabar, karena pendapatan yang kecil pada awal usaha.

Ia juga menyertakan kiat-kiat dalam mengelola rumah tradisional menjadi persewaan kamar untuk para turis. Di antaranya:

1. Mengusahakan agar rumah terlihat selalu bersih dan rapi. Rumah tidak harus baru. Tetapi, bila ada hal yang perlu diperbaiki dan dirapikan, hal itu akan menyempurnakan atau menambah nilai sewa.

2. Menghindari sikap rasialis, karena akan selalu ada perbedaan karena latar belakang yang unik dari setiap turis.

3. Untuk menghindari perselisihan karena perbedaan tradisi, misalnya muslim yang tidak boleh menyentuh segala hal yang berkaitan dengan babi dan alkohol, maka hanya perlu membicarakannya dengan baik dan sopan agar setiap pihak merasa aman dan nyaman.

4. Tidak takut bertumbuh secara organik. Maksudnya, mengembangkan bisnis dengan benar dan tidak harus menggunakan influencer. Suka dan duka yang datang dapat terasa lebih nikmat bila mengetahui hal tersebut justru akan menguatkan bisnis yang sedang diusahakan.

5. Menganggap para tamu seperti kerabat sendiri dan menghormati mereka sebagai sesama manusia.

6. Memberikan pelayanan berbalut keramahan dan kepedulian. Salah satunya dengan memasak secara khusus untuk menyambut tamu.

7. Bersabar dalam setiap proses yang dilalui. Misalnya memahami bahwa dalam berbisnis, tidak mungkin selalu untung, atau langsung untung besar. Proses keberhasilan dalam mengumpulkan pendapatan juga memerlukan proses dan ketekunan.

Demikian 7 kiat dalam mengelola rumah tradisional warisan leluhur agar mendapatkan cuan banyak. (Pat)

 

Bagikan: