647 KDMP di Banten Berjalan, Andra Soni Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

waktu baca 2 minutes
Rabu, 25 Feb 2026 12:21 0 Nazwa

SERANG | TD – Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa sekitar 55 persen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Provinsi Banten telah memiliki lahan untuk pembangunan gedung. Dari total 1.551 unit koperasi yang direncanakan beroperasi, sebanyak 647 unit di antaranya sudah aktif dan memberikan layanan kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui sambutan Andra Soni yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi pada acara Kolaborasi Koperasi Desa Merah Putih Ranjeng dengan Program Keluarga Harapan dan Sembako Menuju Kemandirian Ekonomi. Kegiatan itu digelar di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa (24/2/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sujatmiko, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Menurut Andra Soni, capaian tersebut mencerminkan keseriusan dan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Banten.

Koperasi Merah Putih Desa Ranjeng sendiri ditetapkan sebagai koperasi percontohan nasional. Koperasi ini dinilai memiliki tata kelola dan unit usaha yang lengkap, bahkan disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.

Ia pun menyatakan optimisme bahwa KDMP akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada kesempatan yang sama, Budiman Sujatmiko menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Upaya tersebut dijalankan melalui berbagai program kerakyatan, seperti Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Makan Bergizi Gratis (MBG), program tiga juta rumah subsidi, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta program Kampung Nelayan.

Budiman meyakini program-program tersebut mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan di Indonesia. Ia menambahkan bahwa seluruh program dijalankan secara sistematis, terstruktur, masif, dan dalam skala besar.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa negara hadir untuk melindungi masyarakat miskin. Pemerintah, kata dia, terus merancang pola pembangunan ekonomi yang berpihak pada masyarakat bawah sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.

Pandangan serupa disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Ia berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional, bahkan berkembang menjadi ritel modern yang kompetitif.

Selain itu, Ferry menekankan keunggulan koperasi, di mana masyarakat sekitar tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai pemilik.

Menurutnya, perputaran dana dari anggota koperasi pada akhirnya akan kembali memberikan manfaat kepada para anggota itu sendiri. (*)

LAINNYA