RELIGI | TD – Bulan Muharam menandai permulaan kalender Hijriah, sebuah sistem penanggalan Islam yang sarat dengan makna sejarah dan spiritual. Sebagai salah satu dari empat bulan suci dalam Islam, Muharam bukan sekadar tentang pergantian tahun, tetapi juga merupakan waktu untuk refleksi dan peningkatan amal ibadah.
Tahun ini, umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut 1 Muharam 1447 Hijriah, namun banyak yang masih bertanya-tanya, pada tanggal berapa tepatnya 1 Muharam jatuh? Selain menjawab pertanyaan tersebut, artikel ini juga akan membahas sejarah, makna, serta keutamaan bulan Muharam bagi umat Muslim.
Apa Itu Muharam?
Muharam adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu bulan yang dihormati dalam Islam. Secara etimologis, kata “Muharam” berarti “diharamkan” atau “dilarang”, yang merujuk pada larangan berperang di bulan ini pada masa sebelum dan sesudah kedatangan Islam. Dalam Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 36, Allah menyebutkan bahwa terdapat empat bulan suci, dan Muharam adalah salah satunya.
Sejarah Penetapan Bulan Muharam Sebagai Awal Tahun Hijriah
Penetapan Muharam sebagai bulan pertama dalam kalender Islam tidak terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW, melainkan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab RA. Pada saat itu, untuk menyusun sistem penanggalan resmi umat Islam, dipilihlah momen hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah sebagai awal perhitungan tahun. Muharam dipilih sebagai bulan pertama karena pada saat itulah niat hijrah pertama kali muncul, meskipun peristiwa hijrah itu sendiri terjadi di bulan Rabiul Awal.
Bulan ini juga terkait dengan dua peristiwa penting:
- Diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun, yang menjadi latar belakang puasa Asyura pada tanggal 10 Muharam.
- Tragedi Karbala, yaitu gugurnya cucu Rasulullah SAW, Sayyidina Husain bin Ali RA, yang dikenang sebagai peristiwa duka oleh banyak umat Muslim, terutama dari kalangan Syiah.
Kapan 1 Muharam 1447 H Jatuh di Tahun Ini?
Berdasarkan prediksi kalender Hijriah-Masehi, 1 Muharam 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025. Namun, tanggal ini dapat bervariasi satu hari tergantung pada metode penetapan yang digunakan—baik melalui hisab (perhitungan astronomi) maupun rukyat (pengamatan hilal). Di Indonesia, penetapan resmi 1 Muharam dilakukan oleh Kementerian Agama RI melalui sidang isbat yang diadakan menjelang akhir bulan Dzulhijjah.
Keutamaan Bulan Muharam dalam Islam
Bulan Muharam dikenal sebagai bulan yang sangat dihormati. Bahkan, Rasulullah SAW menyebutnya sebagai “Syahrullah” atau “bulan Allah”. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharam…” (HR. Muslim)
Beberapa keutamaan dan amalan yang dianjurkan antara lain:
Puasa Asyura (10 Muharam)
Puasa ini memiliki keutamaan yang besar. Dalam hadis riwayat Muslim, puasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.
Puasa Tasua (9 Muharam)
Dianjurkan untuk berpuasa juga pada tanggal 9 Muharam sebagai bentuk pembeda dari praktik puasa Bani Israil.
Memperbanyak Ibadah dan Amal Saleh
Selain puasa, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sedekah, istighfar, membaca Al-Qur’an, serta berdoa agar mendapatkan keberkahan sepanjang tahun.
Sebagai kesimpulan, muharam bukan hanya awal dari tahun baru Hijriah, tetapi juga merupakan momentum untuk memperdalam pemahaman spiritual, meningkatkan kualitas ibadah, dan mengenang sejarah perjuangan para nabi. Dengan memahami makna dan keutamaannya, umat Islam diharapkan tidak hanya merayakan pergantian tahun, tetapi juga menjadikannya sebagai titik awal untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan. (*)